Saturday, January 23, 2016

Selamat Jalan AP

Mungkin kalian bertanya siapa itu Prikitiw. Prikitiw adalah nama kucing betina peliharaan di dalam keluarga gue. Nama Prikitiw sendiri diberikan oleh adik gue, Ardi tanpa alasan yang jelas.

"Hai kucing jantan, godain aku dong..."
"Mataku silau, mataku silauuu..."

Prikitiw hadir di keluarga gue secara tiba-tiba, dia datang dan menjadi kucing rumahan dengan langsungnya.

Setelah udah beberapa bulan tinggal di rumah. Prikitiw tiba-tiba hamil di luar nikah. Gue juga nggak tau siapa pelaku yang tega ngehamilin kucing perawan yang satu ini. Jika gue tau, gue cuma mau kucing jantan itu mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab.

Beberapa hari berlalu, gue perhatiin perutnya si Prikitiw semakin membesar. Gue mengira, pasti ada empat anak kucing di dalamnya, bahkan bisa lima, atau mungkin sebelas. Jikalau benar sebelas, gue berencana untuk membuat yang namanya PKSI (Persepakbolaan Kucing Seluruh Indonesia) dan memberikan nama team ini Prikitiw FC.

Pas hari H, gue diceritain bokap kalau si Prikitiw ngeluarin anak-anaknya di genteng gudang belakang rumah. Yap, disana dia mengeluarkan semuanya. Ini moment yang gue tunggu. Tapi saat gue mau ke gudang belakang dan merayakan kegembiraan, gue melihat bokap membawa anak kucing mati di tangannya.

Gue: "Itu anak Prikitiw, Pak?"
Bokap: "Iya," sahut bokap datar.

Karena penasaran, gue lari ke gudang belakang untuk melihat keadaan Prikitiw. Untungnya setelah gue lihat ternyata masih ada satu anak kucing Prikitiw yang masih hidup, alhamdulillah. Walaupun agak miris juga karena gue berharap si Prikitiw ngelahirin semua anaknya dengan keadaan selamat, tapi mau gimana lagi gue tetep seneng. Karena setidaknya saat gue memelihara dia, gue mendapatkan hadiah yang nggak bisa dijelaskan oleh kata-kata, anak kucing lucu dengan warna bulu putih dan abu-abu.

Seiring tumbuhnya anak Prikitiw yang selamat ini, gue suka menghabiskan waktu untuk mendekor tempat tidurnya AP (baca: Anak Prikitiw). Dengan kain lap dan kardus bekas, akhirnya kandang kecil buat AP pun berhasil gue buat.

Karena bulunya AP masih tipis dan rentan udara dingin, gue sudah menyiapkan handuk untuk alas kandangnya AP. Waktu sorenya, gue liat Prikitiw dan anaknya lagi bercanda layaknya keluarga kucing yang bahagia. Karena gue nggak mau ganggu mereka, otomatis gue langsung pergi begitu aja. Dan juga karena gue rasa Prikitiw ngejagain anaknya tiap waktu, pas malamnya langsung gue tinggal tidur tanpa gue cek dulu keadaan si AP.

Awal masalah.

Keesokkan paginya, pas gue ingin mencari udara segar dan olahraga ringan di luar, gue iseng mau ajak main AP di kandangnya. Pas gue mengintip ke dalam kardus, ternyata si AP masih tertidur. Tapi setelah gue perhatiin baik-baik dan mencoba untuk mengelus kepalanya, ternyata AP sudah meninggal. Asli, gue nyesek dan langsung coba nyari kesalahan apa yang bisa bikin si AP mati seperti ini.

Selama gue terpaku dan berfikir kenapa hal ini bisa terjadi. Mungkin lebih baik gue menguburkan tubuh si AP terlebih dahulu di lahan kosong dekat rumah gue. Kali ini adik gue, Ardi ikut membantu untuk membuat kuburan si AP. Dengan kedalaman lobang sekitar sejengkal dan doa-doa pendek yang gue bacakan, semoga AP tenang di alam sana.

Nggak beberapa lama kemudian, Prikitiw selaku induk si AP cuma bisa bolak balik kardus tempat mereka tidur semalam. Saat itu pula gue merasa haru dan sedih, disaat seekor induk ingin bermain dengan anaknya tapi sang anak sudah berada di alam yang berbeda.

Di satu sisi gue menyesal karena gagal untuk ngerawat si AP sampai besar, tapi di sisi lain gue bersyukur. Karena disaat Prikitiw muncul ke dalam hidup gue, gue diberikan kesempatan untuk merawat dan menjaga seekor anak kucing lucu walaupun itu cuma dalam hitungan hari. Ya, dalam hitungan hari. #senyumlega


reff : http://novatri9.blogspot.com/2013/12/meniggalnya-anak-prikitiw.html

No comments:

Post a Comment