Thursday, January 21, 2016

Musik Itu...

Image Source:https://plus.google.com/+FundacjaFabrykaMuzykiWarszawa/about

Untuk kebanyakan orang, musik mungkin adalah sarana yang paling ampuh untuk menghilangkan berbagai macam depresi atau stres yang berlebih. Musik pun bisa menggambarkan sisi dalam dari pribadi seseorang sesuai dengan perasaaan yang baru dialaminya. Perasaannya itu bisa senang, sedih, galau, semangat, bahkan sampai perasaan abstrak sekalipun. Dan memang, gue setuju akan semua itu. Terus apa hubungannya antara musik dengan diri gue pribadi?

Oke, saat dulu...

Adalah masa SMP, masa dimana gue masih ganteng-gantengnya (baca: cupu) pada saat itu, masa dimana orang-orang mulai membaur dan suka berbagi banyak hal dengan teman-temannya, mulai dari cerita pengalaman liburan yang terkesan gitu-gitu aja, curahan hati yang didramatisir, ngebicarain tentang lagu-lagu, sampai ngeledekin teman pakai nama bokapnya juga masih ada, kasian.

Karena selama SMP gue termasuk tipe orang yang mau ikutan aja daripada diem-diem bangku sekolah hilang, akhirnya gue dapet banyak referensi lagu bagus dari teman-teman gue yang mungkin seorang music addict ya walaupun wajahnya lebih kaya underpants addict. Mulai dari lagunya kerispatih, james blunt, sampai genre dangdut kaya trio macan juga gue libas pada saat itu. Faktanya, kalau dulu teman-teman gue rata-rata pada suka sama genre pop dan jazz yang terkesan highclass dan gaul, mungkin cuma gue yang beda sendiri.

?Bang... sms siapa ini bang, bang... pesannya pakai sayang sayang?

Iyak, dangdut men!

Kalau ngomongin soal dangdut, gue jadi inget waktu dulu keluarga besar gue memutar lagu dangdut pakai VCD, pas pagi-pagi ditambah suara maksimal, cakep. Pada saat itu juga, bokap gue joget-joget nggak jelas kaya tina toon lagi kesambet. Gue bingung, kakak-kakak gue bingung, bahkan kucing gue bingung. Kenapa genre sekelas lagu dangdut ini bisa memecah keheningan di dalam keluarga gue. Dimana yang dulu keluarga gue termasuk keluarga yang kalem diem-dieman, sekarang malah berubah jadi brutal goyang-goyangan. Contohnya mungkin dari adik gue, yang tadinya adik gue sibuk ngegame dengan psnya, sekarang malah jadi sibuk ngeliatin bokap goyang, mungkin karena nggak mau kalah, adik gue pun ikut-ikutan untuk goyang seirama dengan lagu dangdut yang diputar. Walaupun goyangannya lebih mirip platipus SKJ daripada anak SD biasanya, untungnya kelucuannya masih menutupi kekotorannya.

Lanjut lagi ke nyokap, mungkin ini adalah efek ekstrim terakhir yang dialami oleh anggota keluarga gue. Singkatnya yang tadinya nyokap gue dengan tenang dan santainya memasak makan-makanan di dapur, sekarang malah sudah terbalik 360 derajat. Sekalinya nyokap denger lagu dangdut, suasana dapur pun bakal berubah jadi sanggar joget dalam sekejap. Peralatan memasak pun langsung dijadikan pelampiasan apabila lagu dangdut sudah berkumandang. Penggorengan buat drum, sodet buat suling, bahkan ulekan buat latihan gerakan goyang. Dan akhirnya gue sadar, kalau yang ngerusakin peralatan dapur di rumah gue itu bukan karena ulah adik gue maupun ulah kakak-kakak gue, tapi karena ulah nyokap sendiri. So sweet mom!

Di bawah ini, ada beberapa foto yang gue sempet abadikan di kala keluarga gue sedang menonton musik dangdut di televisi, sebelumnya gue peringatin, ini no sensor:

Gaya Joget Belalang Sembah

Gaya Joget Kelewat Batas
Tarik nafas dulu, dan buang perlahan. Cukup dulu untuk dangdutnya, gue sudah nggak tahan lihat foto di atas {}

Lanjut pas gue SMA, gue semakin banyak mengenal lagu Barat maupun Asia dari radio. Gue mulai mendengar lagu-lagu dari Maroon 5, Neyo, Taylor Swift, Didi Kempot, dan lain-lain. For your information, jika kalian mengira Didi Kempot itu adalah penyanyi keturunan orang Indonesia, itu adalah salah besar. Sebenarnya, nama lengkap beliau adalah didi camp out kecebur got langsung kejedot, namun setelah masuk keranah musik Indonesia, nama beliau dipersingkat menjadi Didi Kempot. Oke, ini agak maksa.

Andrew, adalah salah satu teman gue yang mendorong gue untuk mengetahui lebih dalam tentang musik. Saat gue kelas 11, dia sering memutar video clip lagu-lagu barat di laptopnya dan gue juga nggak tau apa yang menjadi titik puas dari menonton video clip tersebut. Hmm, kalau video 3gp (baca: video you know what i mean) sih masih mending ya, tapi kalau video clip lagu-lagu apa enaknya?! Tapi, setelah sekian lama gue sadar, ternyata dengan menonton video clip dari lagu-lagu yang kita dengar secara langsung dapat memberikan perasaaan yang lebih nyata terhadap musik yang diputar. Bukan itu aja, mulai dari latar belakang lagu tersebut, gaya penyanyi, makna lagu, dan lain sebagainya bisa kita temukan pada sebuah video clip lagu. Dengan catatan, harus peka. Iya, harus peka.

?Music makes one feel so romantic ? at least it always gets one?s nerves ? which is the same thing nowdays?
Oscar Wilde


Walaupun gue juga nggak tau arti dari quote di atas apa, yang penting gue sudah menyisipkan kata-kata bahasa Inggris di dalam cerita ini, dengan tujuan biar terlihat elegan jika dibaca. Padahal sih aslinya tetep aja nyablak (baca: terus terang).

Sore hari di lapangan basket.

Jiwo: ?Eh Nop, dengerin lagu ini deh.?
Gue: ?Mana sini?" 1 menit kemudian, "wah, cakep suaranya. Siapa yang nyanyi wo??
Jiwo: ?Ale sama adeknya, cakep kan??
Gue: ?Hah? ale sama adeknya rekaman di handphone lo wo? lah keren.?
Jiwo: ?Kaga lah benjul, ini gue download dari SoundCloudnya si Ale.?
Gue: ?SoundCloud?? ohh, yang jual-jual baju sama celana itu ya??
Jiwo: ?Hah? Itu JakCloth sompret, beda jauh!?
Gue: ?.......?

SoundCloud? ya, gue mulai mengenal SoundCloud dari teman gue, Jiwo. Dulu gue juga bingung apa definisi dari SoundCloud itu sendiri. Web mata-mata-kah? situs video jebmen kah? atau forum pemerintahan kah? semuanya menjadi pertanyaan di otak gue.

Indrawan: ?SoundCloud itu kaya media sosial tapi bentuk sharing lagu, singkatnya kalau lo rekam suara lo terus di upload ke SoundCloud, semua orang di internet bisa denger, Nov.?
Gue: ?Ohh, gue malah baru tau. Keren juga ya, rekam suara terus didenger, terus kalau bagus langsung jadi penyanyi.?
Indrawan: ?Iya, itumah kalau bagus, kalau suaranya jelek gimana? emang suara lo bagus, Nov??
Gue: ?Wesss... suara Afgan aja lewat wan sama gue.?
Indrawan: ?Iya sih lewat, lewat ajalnya tapi pas denger suara lo, ahahaha.?
Gue: ?Kampret!?

Mulai saat itu juga, gue tertarik untuk buat akun SoundCloud di internet. Gue berfikir SoundCloud adalah sarana yang tepat buat pemuda semacam gue.

Di rumah.

Nyokap: ?Novaaa... ngapain nyanyi pagi-pagi, berisiiiik!!?
Gue: ?Lagi rekaman lagu ma..." dalam hati, "perasaan suara gue nggak keras-keras amat."
Nyokap: ?Udah gila ya?! mending sholat sana!?
Gue: ?Haah?? iya tanggung ma...?

Sejak pagi itu juga, gue dibilang gila sama nyokap sendiri.

Beberapa bulan kemudian, gue sudah menghasilkan dua sampai tiga cover lagu di SoundCloud. Lebih lengkapnya bisa kalian cek disini:https://soundcloud.com/novatri9. Untuk yang sudah ngedengerin, terus langsung susah tidur dan kepala berkunang-kunang, itu semua di luar tanggung jawab gue. Jadi hati-hati sebelum play.

Di kantin sekolah.

Agri: ?Ini suara lo nov??
Gue: ?Iya, kenapa gri??
Agri: ?Kok horror ya nov, lo kaya lagi tidur di kamar, terus lampunya dimatiin, terus lo nyanyi dibawah selimut sambil rekam lagu ini.
Gue: ?.....?

Cukup untuk SoundCloudnya, gue merasa kotor.

Mungkin, cerita di atas adalah beberapa kisah yang membawa gue sampai sejauh ini, kisah yang berisi tentang musik dan sejenisnya. Banyak orang yang suka maupun benci dengan musik, banyak juga yang menjadikan musik sebagai profesi maupun pelipur lara disaat resah maupun gundah. Crazy little think about music: Musik bisa menyebar ke siapa aja, mau itu kalangan muda, dewasa, lansia, anak jerapah, anak anoa, anak hamster atau anak-anak yang lainnya saat ia mendengarkannya.

?Musik adalah produk dari perasaan sekaligus pengetahuan, yang mana murid, komposer dan pemainnya membutuhkan tak hanya bakat dan antusiasme, namun juga pengetahuan dan presepsi yang merupakan hasil kajian dan perenungan yang berkepanjangan?.

Kalimat yang gue beri tanda kutip di atas adalah kalimat mutiara yang gue kutip dari google. Suka nggak suka harus suka. Tapi, kalau menurut gue pribadi, musik itu adalah sebuah sihir, sihir yang universal. Dimana sihir tersebut meluas di hati masyarakat, dan dirasakan layaknya sebuah kebutuhan. Ntah barusan gue ngomong apa, sudah kalian iya-iyain aja. #senyumbingung


reff : http://novatri9.blogspot.com/2014/04/musik-itu.html

No comments:

Post a Comment