Tuesday, January 19, 2016

cerita bawang merah bawang putih

dulu kala ada seorang perempuan bernama bawang putih ?ia sangat cantik dan baik hati. Suatu hari ia diusir dari rumah ibu tirinya, kemudian ia berjalan masuk kedalam hutan. Bawang putih diberi labu berisikan emas dan perhiasan karena ia sangat baik hati.

Tak lama datang bawang merah untuk meminta labu, tapi ternyata setelah dibuka, labu tersebut berisikan ular, kelabang, kalajengking dan sebagainya.

mau cerita dan dongeng anak lainnya ?. kunjungi saja www.dongenganakindonesia1.com




reff : https://dongengceritaanak.wordpress.com/2015/12/06/cerita-bawang-merah-bawang-putih/

Monday, January 18, 2016

Legenda Batu Gantung Parapat Danau Toba

Legenda Batu gantung

Parapat adalah sebuah kota di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara yang terletak di tepian danau toba. Kota wisata Parapat sangat strategis dan mudah dijangkau karena berada pada jalur lintas sumatera menuju Sumatera Barat. Di kota wisata inilah terdapat sebuah batu yang tergantung di tepian danau toba. Bagaimana legenda rakyat ini bermula? berikut kisahnya

*******

Pada jaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba hiduplah sepasang suami-isteri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga tergolong sebagai anak yang rajin karena selalu membantu kedua orang tuanya ketika mereka sedang bekerja di ladang yang hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu hari, Seruni harus bekerja di ladang seorang diri karena kedua orang tuanya sedang ada keperluan di desa tetangga. Ia hanya ditemani oleh anjing peliharaannya yang diberi nama Si Toki. Sesampainya di ladang Seruni hanya duduk termenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sementara anjingnya, Si Toki, ikut duduk disamping sambil menatap wajah majikannya yang tampak seperti sedang menghadapi suatu masalah. Sesekali sang anjing menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni apabila ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar ladang.

Sebenarnya, beberapa hari terakhir Seruni selalu tampak murung. Hal ini disebabkan karena Sang Ayah akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang masih tergolong sepupunya sendiri. Padahal, ia telah menjalin hubungan asmara dengan seorang pemuda di desanya dan telah berjanji pula akan membina rumah tangga. Keadaan ini membuatnya menjadi bingung, tidak tahu harus berbuat apa, dan mulai berputus asa. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, namun di sisi lain ia juga tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya.

Setelah merenung beberapa saat dan tanpa menghasilkan apa-apa, Seruni beranjak bangkit dari tempat ia duduk. Dengan berderai air mata ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya ia sudah sangat berputus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Danau Toba. Sementara Si Toki yang juga mengikuti majikannya menuju tepi danau hanya bisa menggonggong karena tidak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam benak Seruni.

Saat berjalan ke arah tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terperosok ke dalam sebuah lubang batu besar hingga masuk ke dasarnya. Dan, karena berada di dasar lubang yang sangat gelap, membuat gadis cantik itu menjadi takut dan berteriak minta tolong kepada anjing kesayangannya. Namun karena Si Toki hanyalah seekor binatang, maka ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali terus-menerus menggonggong di sekitar mulut lubang.

Akhirnya gadis itu pun semakin putus asa dan berkata dalam hati, ?Ah, lebih baik aku mati saja.?

Setelah berkata seperti itu, entah mengapa dinding-dinding lubang tersebut mulai merapat. ?Parapat?! Parapat batu!? seru Seruni agar dinding batu semakin merapat dan menghimpit tubuhnya.

Melihat kejadian itu Si Toki langsung berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah Si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan sudah berada di rumah. Sambil menggonggong, mencakar-cakar tanah dan mondar-mandir di sekitar majikannya, Si Toki berusaha memberitahukan bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.

Sadar akan apa yang sedang diisyaratkan oleh si anjing, orang tua Seruni segera beranjak menuju ladang. Keduanya berlari mengikuti Si Toki hingga sampai ke tepi lubang tempat anak gadis mereka terperosok. Ketika mendengar jeritan anaknya dari dalam lubang, Sang Ibu segera membuat obor sebagai penerang karena hari telah senja. Sementara Sang Ayah berlari kembali menuju desa untuk meminta bantuan para tetangga.

Tak berapa lama kemudian, sebagian besar tetangga telah berkumpul di rumah ayah Seruni untuk bersama-sama menuju ke lubang tempat Seruni terperosok. Mereka ada yang membawa tangga bambu, tambang, dan obor sebagai penerangan.

Sesampainya rombongan di ladang, sambil bercucuran air mata Ibu Seruni berkata pada suaminya, ?Pak, lubangnya terlalu dalam dan tidak tembus cahaya. Saya hanya mendengar sayup-sayup suara anak kita yang berkata: parapat, parapat batu??

Tanpa menjawab pertanyaan isterinya, Ayah Seruni segera melonggok ke dalam lubang dan berteriak, ?Seruniii?! Serunii?!?

?Seruni?anakku! Kami akan menolongmu!? sang ibu ikut berteriak.

Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu di sekelilingnya untuk merapat dan menghimpitnya.

Warga yang hadir di tempat itu juga berusaha untuk membantu dengan mengulurkan seutas tambang hingga ke dasar lubang, namun sama sekali tidak disentuh atau dipegang oleh Seruni.

Merasa khawatir, Sang Ayah memutuskan untuk menyusul puterinya masuk ke dalam lubang, ?Bu, pegang obor ini! Saya akan turun menjemput anak kita!?

?Jangan gegabah, Pak. Lubang ini sangat berbahaya!? cegah sang isteri.

?Benar Pak, lubang ini sangat dalam dan gelap,? sahut salah seorang tetangganya.

Setelah ayah Seruni mengurungkan niatnya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan bumi pun bergoncang dahsyat yang membuat lubang secara perlahan merapat dan tertutup dengan sendirinya. Seruni yang berada di dalam lubang akhirnya terhimpit dan tidak dapat diselamatkan.

Beberapa saat setelah gempa berhenti, di atas lubang yang telah tertutup itu muncullah sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian itu mempercayai bahwa batu itu adalah penjelmaan dari Seruni dan kemudian menamainya sebagai ?Batu Gantung?.

Dan, karena ucapan Seruni yang terakhir didengar oleh warga hanyalah ?parapat, parapat, dan parapat?, maka daerah di sekitar Batu Gantung kemudian diberi nama Parapat.

*******

Pesan Moral : Jangan berputus asa karena akan berakhir derita

The post Legenda Batu Gantung Parapat Danau Toba appeared first on Kumpulan Dongeng Indonesia.



reff : http://www.dongeng.web.id/legenda-batu-gantung-parapat-danau-toba.html

Sunday, January 17, 2016

Legenda Sangi Sang Pemburu

Syahdan di daerah aliran Sungai Mahoroi hiduplah seorang lelaki bernama Sangi. Ia dikenal sebagai pemburu tangguh. Piawai ia menyumpit. Sangat jarang sumpitannya meleset dari sasaran yang dibidiknya.

Pada suatu hari ia kembali berburu di hutan. Ketika itu Sangi merasakan keanehan yang sangat mengherankannya. Sama sekali ia tidak melihat seekor hewan buruan. Tidak juga hewan-hewan besar maupun hewan-hewan kecil. Karena tidak juga menemukan hewan buruan setelah berusaha keras mencari, Sangi pun berniat pulang kembali ke rumahnya. Hatinya kesal berbaur sedih. Serasa untuk pertama kali dalam perburuannya, Sangi pulang dengan tangan hampa.

Dalam perjalanan pulangnya, Sangi melewati pinggir sungai. Terbelalak ia ketika melihat kondisi pinggir sungai itu yang terlihat keruh. Sangi mengerti, itu pertanda ada babi hutan yang baru saja minum air dari sungai itu. Dengan hati-hati Sangi meneliti. Benar dugaannya. Ia menemukan jejak-jejak kaki babi hutan di tanah di dekat sungai itu. Sangi pun bergegas mengikuti jejak kaki tersebut.

Sangi akhirnya menemukan babi hutan itu. Namun, sangat mengerikan keadaannya. Sebagian tubuh babi hutan itu telah berada di dalam mulut seekor ular raksasa!

Sangi hanya terdiam, tidak sempat ia berlari atau bersembunyi.

Sementara itu si ular raksasa terus berusaha menelan mangsanya. Beberapa kali ia berusaha namun babi hutan itu tidak juga berhasil ditelannya. Akhirnya dikeluarkannya lagi tubuh babi hutan itu. Pandangan galaknya segera tertuju kepada Sangi. Seketika itu si ular raksasa menjelma menjadi seorang pemuda gagah berwajah tampan. Ia berjalan tenang menghampiri Sangi. Katanya seraya memegang tangan Sangi, ?Telanlah utuh-utuh babi hutan itu!?
Kumpulan Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Sangi Sang Pemburu

Kumpulan Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Sangi Sang Pemburu

Sangi sangat terkejut. ?Aku ? aku tidak bisa melakukannya ??

?Cepat lakukan!? bentuk si pemuda.

Sangi menurut. Ditangkapnya babi hutan itu dan kemudian menelannya. Sangat mengherankan, ia mampu menelan tubuh babi hutan itu utuh-utuh!

?Karena engkau telah melihatku ketika menelan babi hutan, maka kini engkau pun menjadi ular jadi jadian!? kata si pemuda.

Si pemuda jelmaan ular itu lantas menjelaskan bahwa Sangi yang telah menjadi ular jadi jadian itu akan dapat hidup abadi dan mempertahankan kemudaannya. ?Semua itu akan terjadi jika engkau dapat menjaga rahasiamu ini. Sekali rahasiamu ini engkau buka, maka engkau akan menjadi ular raksasa! Engkau paham??

Sangi berjanji untuk tidak sekali-kali membocorkan rahasia dirinya itu. Jika diminta memilih, ia tidak ingin menjadi ular raksasa. Ia tetap ingin menjadi manusia. Sangat senang pula ia jika dapat hidup abadi dan mempertahankan kemudaannya jika ia mampu menjaga rahasia besar dirinya itu sesuai pesan si pemuda jelmaan ular raksasa.

Sejak saat itu Sangi senantiasa menutup rapat-rapat rahasianya. Kepada siapa pun juga ia tidak mengungkapkannya. Termasuk kepada istri dan anak-anaknya maupun juga kerabat dekatnya. Namun, anak-anak Sangi yang merasa keheranan dan penasaran. Sejak mereka masih kanak-kanak hingga dewasa dan akhirnya tua, mereka mendapati ayah mereka tetap muda. Ayah mereka tetap seperti pemuda meski umurnya telah mencapai seratus lima puluh tahun!

Berawal dari keheranan dan penasaran itu anak-anak Sangi pun berulang-ulang bertanya pada Sangi, mengapa Sangi tetap terlihat muda meski telah sangat panjang usianya.

Semula Sangi masih dapat menjaga rahasianya dengan mengemukakan berbagai alasan. Namun, karena keluarganya terus mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, jengkel pula Sangi dibuatnya. Sangi yang tidak tahan lagi akhirnya membuka rahasia dirinya. Akibatnya, tubuh Sangi mengalami perubahan. Sangi berubah menjadi ular raksasa. Dengan kemarahan yang meluap, Sangi pun mengutuk, ?Kalian semua akan mati seluruhnya dalam waktu singkat dalam pertikaian antar sesamamu!?

Sangi kemudian mengambil harta kekayaannya yang berupa keping-keping emas yang disimpannya dalam sebuah guci besar. Ia lantas menuju Sungai Kahayan dan memutuskan menjadi penjaga Sungai Kahayan di bagian hulu. Seketika tiba di pinggir Sungai Kahayan, Sangi menyebarkan emas-emas miliknya seraya mengemukakan kutukannya, ?Siapa saja yang berani mendulang emas di daerah ini, maka ia akan mati tak lama setelah itu! Emas hasil dulangannya akan dipergunakan untuk mengupacarakan kematiannya!?

Maka sejak saat itu anak Sungai Kahayan tempat di mana Sangi menjaga itu kemudian disebut Sungai Sangi. Sungai itu sangat dikeramatkan orang. Mereka tidak berani mendulang emas di tempat itu meski mereka meyakini emas sebesar labu kuning banyak terdapat di sana. Semuanya takut terkena kutukan Sangi. Ketakutan mereka tampaknya beralasan, karena tidak sedikit dari penduduk yang mengaku pernah melihat ular raksasa sedang duduk bersantai di atas bongkahan batu sungai saat bulan purnama di musim kemarau. Mereka yakin, ular raksasa itu adalah jelmaan Sangi.




reff : https://agusfiroziakbar.wordpress.com/2015/05/30/legenda-sangi-sang-pemburu/

Legenda Putri Ular Dari Simalungun

Legenda Putri ular dari simalungun

Alkisah, di suatu negeri di kawasan Simalungun, Sumatera Utara, berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Sang Raja memiliki seorang putri yang kecantikannya sungguh luar biasa.

Berita tentang kecantikan putri raja itu tersebar ke berbagai pelosok negeri. Berita tersebut juga didengar oleh seorang raja muda yang memerintah di sebuah kerajaan yang letaknya tidak jauh dari kerajaan ayah sang Putri.
Mendengar kabar tersebut, Raja Muda yang tampan itu berniat melamar sang putri. Sang raja kemudian mengumpulkan para penasehat kerajaan untuk memusyawarahkan keinginannya tersebut.
?Wahai, para penasehatku! Apakah kalian sudah mendengar berita kecantikan putri itu?? tanya sang raja kepada penasehatnya.
?Sudah, Tuan!? jawab para penasehat serantak.
?Bagaimana menurut kalian, jika sang putri itu aku jadikan sebagai permaisuri?? sang Raja kembali bertanya.
?Hamba setuju, Tuan!? jawab salah seorang penasehat.
?Iya, Tuan! Hamba kira, Tuan dan Putri adalah pasangan yang sangat serasi. Tuan seorang raja muda yang tampan, sedangkan sang putri seorang gadis yang cantik jelita,? tambah seorang penasehat.
?Baiklah kalau begitu. Segera persiapkan segala keperluan untuk meminang sang putri,? perintah sang raja.
?Baik, Baginda!? jawab seluruh penasehat serentak.
Keesokan harinya, tampak rombongan utusan raja muda meninggalkan istana menuju negeri tempat tinggal sang putri. Sesampainya di sana, mereka disambut dan dijamu dengan baik oleh ayah sang putri. Usai perjamuan, utusan sang raja muda pun menyampaikan maksud kedatangan mereka.
?Ampun, Baginda! Maksud kedatangan kami ke sini adalah hendak menyampaikan pinangan Raja kami,? jawab salah seorang utusan yang bertindak sebagai juru bicara.
?Kami menerima pinangan Raja kalian dengan senang hati, karena kedua kerajaan akan bersatu untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, damai dan sejahtera,? jawab sang raja.
?Terima kasih, Baginda! Berita gembira ini segera kami sampaikan kepada Raja kami. Akan tetapi?, Raja kami berpesan bahwa jika lamaran ini diterima pernikahan akan dilangsungkan dua bulan lagi,? ujar utusan tersebut.
?Kenapa begitu lama?? tanya sang Raja tidak sabar.
?Raja kami ingin pernikahannya dilangsungkan secara besar-besaran,? jawab utusan itu.
?Baiklah kalau begitu, kami siap menunggu,? jawab sang Raja.
Usai berunding, utusan Raja Muda berpamitan kepada sang Raja untuk kembali ke negeri mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu kepada Raja mereka, bahwa pinangannya diterima. Sang Raja Muda sangat gembira mendengar berita itu.
?Kalau begitu, mulai saat ini kita harus menyiapkan segala keperluan untuk upacara pernikahan ini!? seru Raja Muda.
?Baiklah, Tuan! Segera kami kerjakan,? jawab seorang utusan.
Sementara itu, setelah para utusan Raja Muda kembali ke negeri mereka, ayah sang Putri menemui putrinya dan menyampaikan berita pinangan itu.
?Wahai, putriku! Tahukah engkau maksud kedatangan para utusan itu?? tanya sang Raja kepada putrinya.
?Tidak, ayah! Memangnya ada apa, yah?? sang putri balik bertanya.
?Ketahuilah, putriku! Kedatangan mereka kemari untuk menyampaikan pinangan raja mereka yang masih muda. Bagaimana menurutmu?? tanya sang Ayah.
?Jika ayah senang, putri bersedia,? jawab sang Putri malu-malu.
?Ayah sangat bangga memiliki putri yang cantik dan penurut sepertimu, wahai putriku!? sanjung sang Ayah.
?Putriku, jagalah dirimu baik-baik! Jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahanmu,? tambah sang ayah.
?Baik, ayah!? jawab sang putri.

Menjelang hari pernikahannya, sebagaimana biasa, setiap pagi sang putri pergi mandi dengan ditemani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang istana. Di pinggir kolam disiapkan sebuah batu besar untuk tempat duduk sang putri. Usai berganti pakaian, sang putri segera masuk ke dalam kolam berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya.

Setelah beberapa saat berendam, sang putri duduk di atas batu di tepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air, sang putri membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti, duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami, seorang Raja Muda yang gagah dan tampan.
Di tengah-tengah sang putri asyik mengkhayal dan menikmati kesejukan air kolam itu, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tanpa diduga, sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenahi ujung hidung sang putri.

?Aduuuh, hidungku!? jerit sang putri sambil memegang hidungnya.
Dalam sekejap, tangan putri yang malang itu penuh dengan darah. Sambil menahan rasa sakit, sang putri menyuruh dayang-dayangnya untuk diambilkan cermin. Betapa terkejut dan kecewanya sang putri saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang semula mancung itu tiba-tiba menjadi sompel (hilang sebagian) tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Kini wajah sang putri tidak cantik lagi seperti semula. Ia sangat sedih dan air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya.

?Celaka! Pernikahanku dengan raja muda akan gagal. Ia pasti akan mencari putri lain yang tidak memiliki cacat. Jika aku gagal menikah dengan raja muda, ayah dan ibu pasti kecewa dan malu di hadapan rakyatnya,? pikir sang putri.
Sang putri sangat tertekan. Pikiran-pikiran itu terus berkecamuk di kepalanya. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Namun, ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menyesali nasibnya yang malang itu.

Sang putri pun jadi putus asa. Sambil menangis, ia menengadahkan kedua tangannya ke atas, lalu berdoa:
?Ya, Tuhan! Hukumlah hambamu ini yang telah membuat malu dan kecewa orang tuanya!? doa sang putri dengan mata berkaca-kaca.

Baru saja doa itu terucap dari mulut sang putri, tiba-tiba petir menyambar-nyambar sebagai tanda doa sang putri didengar oleh Tuhan. Beberapa saat kemudian, tubuh sang putri mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba-tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Dayang-dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada, sang putri segera memerintahkan seorang dayang-dayangnya untuk memberi tahu ayah dan ibunya di dalam istana.
?Ampun, Tuan!? hormat sang dayang kepada raja.
?Ada apa, dayang-dayang?? tanya sang raja.
?Ampun, Tuan! Kulit tuan putri mengeluarkan sisik seperti ular,? lapor sang dayang.
?Apa?? Anakku mengeluarkan sisik!? tanya sang raja tersentak kaget.
?Benar, Tuan! Hamba sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi,? jawab sang dayang.

Setelah mendengar laporan itu, sang raja dan permaisuri segera menuju ke kolam permandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuh sang putri. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa dipakai sang putri untuk duduk.
?Putriku!? seru sang raja kepada ular itu.
Ular itu hanya bisa menggerakan kepala dan menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ia seakan hendak berbicara, namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya.

?Putriku! Apa yang terjadi denganmu?? tanya permaisuri cemas.
Meskipun permaisuri sudah berteriak memanggilnya, namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa-apa. Tak lama kemudian, ular besar penjelmaan sang putri pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam semak belukar. Sang raja dan permaisuri beserta dayang-dayang tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sangat sedih dan menangis atas nasib malang yang menimpa sang putri.

Peristiwa penjelmaan sang putri menjadi seekor ular adalah hukuman dari Yang Kuasa atas permintaannya sendiri, karena keputusasaannya. Ia putus asa karena telah membuat malu dan kecewa kedua orang tuanya. Ia tidak berhasil menjaga amanah ayahnya untuk selalu jaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membatalkan pernikahannya dengan Raja Muda yang tampan itu.

The post Legenda Putri Ular Dari Simalungun appeared first on Kumpulan Dongeng Indonesia.



reff : http://www.dongeng.web.id/legenda-putri-ular-dari-simalungun.html

Insiden Monas

Image Source: www.google.com

2 Juli 2014,
Pada tanggal itu gue menulis cerita ini. Dengan ditemani lagu Depapepe - Snow Dance dan Start, otomatis mood gue langsung meningkat drastis untuk menulis, yosh.

Ujian Nasional,

Siapa yang nggak tau dengan ujian nasional? ujian yang sangat diharapkan (baca: diblacklist) anak-anak sekolah pada akhir tahun di sekolahnya. SMP untuk kelas sembilan, dan SMA untuk kelas dua belas. Banyak cara yang ditempuh untuk melewati ujian ini, di antaranya dengan belajar giat dan bimbel di tempat tertentu. Gue, yang saat itu duduk di kelas sembilan merasa tertantang untuk melewati ujian ini, sampai-sampai saat itu muka gue dibilang mirip Adam Levine kalo lagi belajar. Iya, itu sih kata pemikiran gue sendiri, ntah deh kalau dari teman-teman gue. Tapi untungnya, gue menghargai itu.

Acil, Ipul dan Lutfi, adalah beberapa teman seperjuangan gue dalam menempuh ujian nasional ini. Berbagai macam cara sudah kami lewati untuk mempersiapkannya. Seperti minum abu buku yang sudah dibakar supaya lebih ingat materi pelajaran (menurut mitos dulu), meminta doa kedua orang tua supaya dilancarkan dihari eksekusi, dan meminta uang sama kepala sekolah untuk fotocopy buku latihan soal ujian nasional setiap hari.

Karena masih merasa kurang untuk membekali diri dihari ujian nanti, Lutfi mengusulkan untuk mengunjungi perpustakaan nasional yang berada di Jakarta untuk berlatih soal-soal ujian nasional disana. Dengan jiwa membara dan emang teman-teman gue sudah terlihat mabok karena belajar sendiri-sendiri, mereka dengan yakinnya menyetujui untuk pergi kesana. Gue dengan lantanganya menjawab, ?Gue ikut! nanti sekalian ke Monas ya beli harum manis.? Kemudian semua temen gue terdiam.

Di hari H-nya, gue, Acil, Ipul, dan Lutfi segera bergegas ke terminal Pulo Gadung untuk selanjutnya menaiki busway disana. Nggak makan banyak waktu karena menempuh ke lokasi menggunakan busway dan angkot yang jalannya sudah seperti modem Bolt 4G (modem ngebut saat ini, katanya), akhirnya sampailah gue dan tri mas ketir ini di perpustakaan nasional.



Lutfi : ?Nah, kita sampai nih, tinggal masuk aja yaa.?
Acil : ?Oh disini tempatnya, gue kira di Jakarta Pusat.?
Gue : ?Ini kan di Jakarta Pusat cil.?
Acil : ?Emang ya? tapi kok di busway gue tanya penumpang perpustakaan nasional dimana jawabnya malah di Salemba.
Ipul : ?Mending lo ke tengah jalan dulu cil, tiduran tunggu ditabrak mobil.?
Acil : ?Apasih, nggak jelas lu pul.?
Ipul : ?SALEMBA EMANG DI JAKARTA PUSAT UPILLLLLL!!!?
Acil : ?.......?

Semua emosi. terus mukulin Acil bertubi-tubi.

Sekilas gue lihat, perpustakaan nasional ini cukup besar dan cozy. Sayanganya, hanya sedikit yang datang kesini untuk membaca buku. Yang terlihat hanya beberapa orang tua dan para pemuda/i yang sedang memilih buku disana. Ntah, mungkin karena tempatnya jauh atau kurang terekspose oleh media, perpustakaan nasional yang gue lihat disini seperti bangunan besar yang tak berpenghuni. Mungkin itu cuma perasaan gue aja, siapa tau dilain hari perpustakaan ini diramaikan oleh pengunjung disekitarnya, aamiin.

Back to topic, niat awal yang tadinya belajar bareng di perpustakaan ini seolah-olah hilang karena adanya buku-buku yang menarik teman-teman gue untuk membacanya. Contohnya si Ipul, teman gue yang satu ini tertarik dengan komputer, dengan seriusnya dia membaca buku ?How to Be Hacker for Beginner? di salah satu ruang khusus buku teknologi. Ipul baca buku tentang hacker? oh no, terakhir gue tau hubungannya Ipul dengan hacker adalah disaat kelas delapan SMP dulu. Dimana akun facebooknya dihack oleh adiknya sendiri dan Ipul mengira itu cuma kesalahan spesifikasi komputer yang sedang digunakan. Asli, nggak ada hubungannya.

Kedua beralih ke Acil, rak buku bagian majalah internasional dengan cover wanita sexy jadi pilihannya saat itu. Oh damn, gue nggak mau komentar tentang ini. Mungkin naluri lelaki si Acil lagi dipuncaknya saat itu, dasar otak bokep. Selanjutnya adalah Lutfi, nah... ini adalah temen gue yang masih terlihat normal dalam memilih buku yang dibacanya. Buku religi breeee. Kurang agamis apa coba dia. Tapi... setelah gue membaca judul buku yang dibacanya gue sempet kaget seketika.

Gue: ?Hah? lo mau jadi atheis fi? buku apaan tuh yang lo bacaaa,? tanya gue penasaran.
Lutfi: ?Atheis? mana ada atheis.?
Gue: ?Liat judulnya koplak,? gue langsung membalikkan cover buku yang dibaca Lutfi.
Lutfi: ?Astaghfirullah, Atheist is My Choice nov judulnya,? kata Lutfi kaget.
Gue: ?Makanya, baca buku liat judulnya dulu.?
Lutfi: ?iya sorry sorry,? Lutfi ngelus-ngelus dada.

Tidak lama kemudian, semua kembali normal. Dan Lutfi dengan langsungnya bertanya kepada gue, ?Nov, gue nggak pindah agama kan baca buku tadi?? huft, Lutfi yang malang.

Setelah empat jam menghabiskan waktu di dalam perpustakaan, dan gue juga bingung kenapa gue malah banyak membaca buku resep memasak daripada latihan soal-soal UN, temen-temen gue akhirnya memutuskan untuk menyudahi perjalanan dihari ini.

Ipul : ?Balik yuk, udah jam dua nih.?
Lutfi : ?Ayodah, bentar gue ngambil tas dulu.?
Gue : ?Makan dulu bro, laper gue.?
Ipul : ?Yaudah cari makan dulu, nanti langsung balik.?
Gue : ?Okelah.?

Setelah lima menit berkemas, gue, Ipul, Lutfi sudah siap untuk menuruni tangga dan menuju pintu keluar perpustakaan. Tapi gue baru sadar kalau si Acil nggak ada di sekitar temen-temen gue dan menghilang pada saat itu, ntah menghilang karena dimakan sejarah, atau dimakan masa lalu oleh mantanya. Uhuk batuk.

Gue : ?Acil kemana pul? perasaan tadi sama lu deh,? tanya gue bingung.
Ipul : ?Nggak tau nov, kejepit rak buku kali di atas.?
Gue : ?Aduh, kemana nih anak.?
Lutfi : ?Nah tuh dia, di ruang wifi lagi main komputer.? Lutfi menunjuk Acil yang sedang asyik bermain.
Ipul : ?Wah, minta di *starter nih anak.?

*Kata lain untuk anak cowok kalau lagi nyiksa temennya, rata-rata anak cowok tau definisi kata ini, sengaja gue nggak jelasin disini karena illegal dan sedikit vulgar.

Friv adalah game yang dimainakan Acil saat itu. Main friv? MAIN FRIVVV? ACIL MAIN FRIVVVVV? ?ikutan dong Cil,? sahut gue ke Acil sambil duduk di sebelahnya. Temen-temen gue yang tadinya ada niatan untuk pulang dari perpustakaan, seketika hilang karena banyaknya komputer yang berbaris di wifi area. Label ?For Free? pun tertempel jelas di dinding ruangan. ?Inikah surga? inikah yang dinamakan surga?? kata Lutfi sambil melihat sekeliling dengan gaya slow motionnya. Pada saat itu juga, gue dan temen-temen gue ikut bermain.

Satu jam berlalu. Wajah bosan mulai terlihat di temen-temen gue dengan jelasnya. Gue melihat si Acil yang selalu kalah dengan game frivnya, Ipul yang selalu ketemu dengan orang berkulit hitam di video chatting omeglenya, dan Lutfi yang kurang kerjaan dengan ikan pausnya (<-klik yang penasaran). Sedangkan gue? malah pingsan di pojokkan karena kelaparan.

Acil : ?Udahan yuk, laper gue.?
Lutfi : ?Okelah, makan di Monas aja ya??
Ipul : ?Monas mahal fi, dua puluh ribu bisa abis sekali makan.?
Gue : ?Makanaaan, dimana makanaaann, makaanaaan,? sahut gue lemes.
Lutfi : ?Noh nova hampir gila tuh kelaperan, udah di Monas aja deketan.?
Ipul : ?Oke oke, sabar nov sabar, kita langsung makan.?
Gue : ?Ini daging yaaa, ooooh indahnyaaaa.... makanaaaan,? gue memegang mouse di depan gue.

Acil, Ipul, dan Lutfi hanya bisa terdiam melihat gue.

Monas? yes, akhirnya gue ke monas juga. Dengan langkah pasti dan mata yang sedang memburu tenda makanan di sekitar monas, gue dan temen-temen gue akhirnya sampai di dalam monas. Tapi tiba-tiba, ada seseorang yang tidak dikenal menghadang gue berempat seperti pahlawan super yang sedang berdiri dan bilang, ?Tenang, kali ini saya akan menyelamatkan kalian dari tindak kejahatan. Percayalah,? sambil mengangkat tangannya dan memberi isyarat berhenti.

NN: ?Bos, bos. Maaf nih ganggu perjalanannya. Kita boleh ngomong sebentar nggak? penting soalnya,? kata dia sambil menghentikan gue dan teman-teman.

Acil: ?Ngomong apaan bro? maaf kita lagi buru-buru nih.?
NN: ?Bentar doang kok bos, duduk dulu dah disana,? sambil menunjuk trotoar di pinggir jalan.
NN: No Name.

Gue dan yang lain pun menuruti ajakan pahlawan super ini. Eh maaf, orang asing ini. Dari segi busana dan penampilan yang gue lihat, orang asing ini lebih mirip orang yang kelewat trendy dimasanya. Dengan rambut yang disemir menjadi coklat transparan, celana yang robek dengan sentuhan rantai kecil di kantongnya, dan tesktur wajah yang apa adanya, semuanya terkesan modis saat itu. Kalau bisa gue bilang, gue ketemu gembel trendy secara langsung.

Awal masalah dimulai, nggak tau gue mau kasih efek apa disini, antara humor dan ketegangan bercampur aduk di moment ini.

NN : ?Maaf sekali lagi nih bos berhentiin lu pada di tempat ini, soalnya ada masalah penting yang harus diomongin. Nanti ada atasan gue yang akan kesini untuk ngobrol.?
Gue : ?Hahh? masalah apaan bro? perasaaan kita baru sampai disini,? kata gue bingung.
Ipul : ?Wah bro, jangan ngaco dong, gue sama temen-temen baru sampai nih.?
NN : ?Tenang bos tenang, nanti ada atasan gue yang jelasin semuanya,? katanya dengan memasang ekspresi sebelas dua belas kaya di sinetron, ?Aku akan jelasin semuanya, beri aku kesempatan,? begitulah kira-kira.

Atasan? keren bener seorang gembel asing yang gue temui di Monas punya atasan. Gue ragu nih gembel tergolong kelas bawah. Kemungkinan gembel yang gue temui ini setingkat dengan gembel perusahaan atau nggak gembel yang bergerak di organisasi MLM. Salut, gembel sekarang punya organisasi.

Lima menit kemudian, orang asing yang kedua datang.

NN: ?Wah si bos udah datang, ini bos orang-orang yang mungkin bos cari,? sambil menunjuk ke gue berempat.
NN 2: ?Oke boy, sorry nih ya boy, gue bukan mau cari masalah disini. Gue cuma mau nanya ke kalian semua boy, asik nggak tuh boy,? sambil gerak-gerakin tangan kaya orang lagi lancang depan.

Gila, gue nggak nyangka bakal bertemu spesies gembel yang lain di tempat ini. Gembel ini terlalu gaul di mata temen-temen gue. Dan dengan santainya, dia menjelaskan kenapa gue dan tri mas ketir ini dihalangi dalam perjalanan.

NN 2 : ?Begini boy, langsung aje ye boy, gue cuma mau nanya apa bener lo semua yang mukulin adek gue sampai babak belur pas siang tadi boy? sekarang adek gue ada di rumah boy, dan dia bilang pakaian orang yang mukulin doi kaya lo berempat boy,? jelasnya.
Lutfi : ?WHAAAAT??? kamera satu mengambil wajah Lutfi secara close up.
Acil : ?APAAAAAAA?? kamera dua mengambil idung Acil secara close up.
Ipul : ?HAAAAAAHHH?? kamera tiga mengambil ketiak Ipul secara close up.

Dan ya, tujuan awal yang tadinya ingin mengisi perut lalu pulang dari tempat ini seketika berubah menjadi adu debat yang tidak jelas asal-usulnya. Pernah nggak pada suatu kejadian kalian itu disalahkan tapi sebenarnya bukan kalian pelakuanya? emosi pasti yang pernah. Begitupun gue dan teman-teman saat dilemparkan pertanyaan oleh salah satu dari gembel tadi.

Aci l: ?Wah bro, apa-apaan nih. Gue sama temen-temen baru dateng udah dituduh nggak karuan.?
NN 2: ?Santai aja dong boy, gue kan nanya, kalau bukan lu pada pelakunya, harusnya tenang dong.?
Gue : ?Tenang apaan, jangan fitnah dong bro. Gue aja nggak kenal adek lo yang mana.?
NN 2: ?Wah, lo nyari masalah sama gue boy, gue bisa emosi nih disini. Hati-hati lo boy,? sambil menghentak-hentakan kaki kaya Arya Wiguna.
Gue : ?Nggak takut gue bro, ribut dah ayo sini,? sahut gue sok berani.
NN 2: ?Wah, nyari mati nih anak. Eh coy, siapin aba-aba.?
NN : ?Hah? ini serius bos mau berantem disini??
NN 2: ?Udah cepetan....?
NN : ?Oh iya bos iyak, satu... dua... TIGA!?
NN 2: ?Wuanjiiiiir gue kalah, gue kelingking lo telunjuk,? sahut bos gembel karena kalah suit.
Gue : ?Makanya, jangan songong."

Jujur, percakapan di atas itu nggak ada.

NN 2: ?Gini aja deh boy, kalau lu pada nggak salah, lu berani nggak ke tempat adek gue biar adek gue yang lihat sendiri apa bener lu pada pelakunya. Jangan banci.?
Acil : ?Ayodah, gue nggak salah ini,? kata Acil dengan yakinnya.
Ipul : ?Ayo gue berani,? Ipul pun menuruti.
Gue : ?Lutfi, lo ikut nggak?? gue berbisik ke Lutfi.
Lutfi : ?Perasaan gue nggak enak nov,? kata Lutfi dengan singkatnya.
Gue : ?Kita nggak salah fi, ikut aja udah. Oke, gue ikut boy,? gue ikut menuruti.
Lutfi : ?Nov, jangan ikut nov,? Lutfi berbisik ke gue.
NN 2: ?Eh lo satu, ikut nggak lo??
Lutfi : ?Hah? Nggak deh bro sorry, ada nyokap gue disana.?
NN 2: ?Oh ooh, ada nyokap lo? yaudah lo bertiga aja sini ikut gue boy.?
Dengan polosnya, gue bertiga menuruti ajakan gembel asing ini untuk ke lokasi tempat penyelesaian masalah yaitu di rumahya. Sedikit ragu gue berjalan menuju pintu keluar monas karena perkataan Lutfi tadi, akhirnya gue sadar ada yang nggak beres.

TAP TAP TAP...

?Lah lah, eh eh jangan lari,? sahut Ipul ke kedua gembel di depanya. Karena gue bingung kenapa mereka berdua lari, gue dengan refleknya menengok ke belakang. Dan ya, sekumpulan SATPOL PP sedang berlari mengejar sesuatu. Dan kalian tau siapa yang mereka kejar? tepat sekali, mereka mengejar dua orang gembel yang sudah lari di depan gue dan teman-teman tadi.

Sore hari, di busway saat jalan pulang.

Gue: ?Ooh, jadi itu modus barunya.?
Lutfi: ?Iya nov, hati-hati dah kalau ketemu gituan lagi. Lagipula tadi ada yang janggal, kalau bener adiknya dipukulin di monas, seharusnya dia nggak mungkin langsung pulang ke rumah tanpa lapor ke SATPOL PP dulu. Yaudah, gue langsung lapor SATPOL PP di belakang aja tadi.
Ipul: ?Oh iye bener juga, jenius lo fi,? kata Ipul seraya berterima kasih ke Lutfi.
Acil: ?Kira-kira muka kita dihapalin nggak ya kalau kita kesana lagi?? tanya Acil bingung.
Ipul: ?Ngapalin muka? ampun dah cil. Ngapalin pelajaran buat UN aja udah susah apalagi ngapalin muka lo cil,? kata Ipul meledek.
Acil: ?Yee anak kampret.?

Semua tertawa lepas.

Hari yang panjang telah gue lewati bersama teman-teman dihari ini. Gue juga mau berterima kasih sama temen gue Lutfi karena berkat pikir panjangan dapat menyelamatkan gue dan yang lain dari ketidakpastian, alah. Nggak cuma dapet bekal latihan soal pada saat UN nanti, gue juga dapet pengalaman yang nggak gue lupain sampai sekarang, pengalaman yang membuat gue tau betapa pentingnya arti teman dan berpikir panjang untuk semua orang. ?Jangan mudah percaya dengan orang asing,? yap, kalimat itu adalah sebuah pesan di dalam cerita ini, tetap hati-hati dimanapun kalian berada, dan jangan lupa mengajak teman untuk dibawa. #senyumSATPOLPP


reff : http://novatri9.blogspot.com/2014/07/insiden-monas.html

Cerita Sangkuriang

Assalamualaikum,wr,wb. Selamat Datang di Blog Dunia Taufiqdi kesempatan kali ini saya akan menulis dan membagikan sebuah artikel yang berjudul ? Cerita Sangkuriang ?Selamat membaca dan Semoga cerita ini dapat bermanfaat :D

Sangkuriang, Siapakah yang tidak kenal dengan Cerita Anak yang menyukai ibunya sendiri ini. Bagi masyarakat-masyarakat jawa khususnya jawa barat, Cerita Sangkuriang ini sudah sangat lumrah di telinga mereka.

Sangkuriang Tangkuban Perahu

Pada artikel yang saya tulis kali ini saya akan membagikan cerita dari sangkuriang ini, Silahkan disimak cerita sangkuriang berikut dibawah ini :

Pada Zaman Dahulu kala, terdapat di Pulau Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang mempunyai nama Dayang Sumbi. Dia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak laki-laki tersebut sangat pandai berburu di dalam hutan. Setiap kali berburu, dia selalu ditemani dengan seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.

Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.

Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.

Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.

Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.

Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.

Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.

Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.

Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

Tamat?

Itulah tadi Cerita Rakyat Sangkuriang, Anda dapat mendownload file cerita ini di : Download Cerita Sangkuriang

Cukup Sekian dari Saya untuk artikel yang saya bagikan kali ini, Kurang lebihnya saya mohon maaf.

Anda juga dapat membaca cerita-cerita lainnya dari Blog Dunia Taufiq ini di Daftar Isi Blog

Terimakasih telah membaca artikel ini, Sampai bertemu kembali di Artikel cerita saya selanjutnya :D


Filed under: Cerita, Cerita Rakyat, Legenda

reff : https://duniataufiq.wordpress.com/2015/06/09/cerita-sangkuriang/

dongeng anak manusia

anak manusia ini terlahir dengan segala kekurangan dan kelebihan. kekurangannya ia jadikan sebagai penambah semangat dan ia pun semakin semangat karena ia merasa apa yg Tuhan berikan adalah anugrah dan ia percaya itu semua adalah alat untuk mencari keberkahan Nya




reff : https://dongengceritaanak.wordpress.com/2015/11/30/dongeng-anak-manusia/

Categories

7 keajaiban dunia 7 wonders a pair of lover ABG abjad Adam Adat Tengger AdSense now speaks Indonesian Adu banteng adzan magrib Agama Tengger Ajisaka akuturasi hindu jawa Al Khazin alcohol Alkhazen all in one amatir Ambeien Ambon Amerika anak anak kelas 1 Angka 7 Angka 7 pakai sabuk Angka Tujuh angkot animal antimo Apa Itu Hoax apartemen Apoteker Apple aquarium Arab Arti Eureka Arti Sejarah artis Asah Otak Asal Bung Karno Asal Mula Hoax Asal Mula Kelenteng Asal Mula Teka-teki Silang Asal Mula TTS Asal usul Coklat Asal Usul Eureka Asal Usul Hoax Asal Usul Marga Batak Asal-usul Asal-usul Blackberry Asal-usul Duit Asal-usul Google Asal-usul Komputer Asal-usul Kota Bandung asal-usul lagadoni asal-usul mahameru Asal-usul Nama Indonesia Asal-usul Paman Sam asal-usul pizza Asal-usul Qwerty asal-usul semeru Asal-usul Vaksin Polio asal-usul wikileaks ASI at work ATM Australia Auto 2000 ayam betutu ayu ting ting Baby bad boys bahasa Arab bahasa Cirebon bahasa inggris bahasa Jawa bahasa Jepang bahasa sunda Bali Bali Aga Bali Asli Bali bird park Bali Mula Bali Safari Bali Turunan Baliaga bandung Bandungbondowoso Bangkok bangunan Barcelona Barrack Obama Bartender batak batu bata Batubara Sawah Lunto Bbm be thankful for the little thing Bear bebek Bejo belajar masak belajar. belalang kupu-kupu Bella Saphira bencong Benjol Bepe berenang bersyukur Best Bar Bidadari Bidpai biksu Bill Gates Bintang Toedjoe Biografi Bioskop bis kota BJ Habibie Blackberry Blind spot Blog Sejarah BMW BMW 320i Bohong di Internet bola golf Boobs vs. Willies borobudur Boston boxing Brain study Brebes brimob buah buaya bubur ayam Budaya Tengger budeg buku buku tabungan BUMN bunga mawar Bunker Batavia Bunker Jakarta Bunker Kota Tua Bupati Malang burung beo cafe camping Can I help you mam ? can't pay Candi Blitar candi bukit barisan candi muara tikus cape deh.. capucino Carl Lewis CCTV Celana dalam celana pendek celebration of life celine dion cemetery cendol Ceragem Cerita dari Cina Cerita Inspirasional Cerita Rakyat Cerita Rakyat Filipina Cerita Rakyat India Cerita Rakyat Iran Cerita Rakyat Jawa Barat Cerita Rakyat Jawa Timur Cerita Rakyat Kashmir Cerita Rakyat Malaysia Cerita Rakyat Merapi Cerita Rakyat Myanmar Cerita Rakyat Nusantara Cerita Rakyat Suku Indian Cherokee Cerita Rakyat Suku Maya Cerita Rakyat Turki Cerita Silat SH Mintardja Cerpen charm body fit cherry belle China China phone Chinese Chivas chocolate Church CIA Cicadas circle fly club golf clubbing coca cola coffe shop Coklat Afrodisiak Coklat untuk Seks Coklat Valentine Columbia Complete contact convenient cowo bodoh... cowo-cowo CPD CPM cucu Cup D cute cyber cafe Da'i Bachtiar daftar nama wali pitu Dahlan Iskan daihatsu danau Daun putri malu david beckham Dawet delight demo Demo Kerbau departemen kesehatan Dewata Cengkar Dewi Sekardadu Dian Sastro die hard digigit ular dijual butuh uang direct marketing direktur utama diskettes ditlantas polda dokter Dokter gigi dokter kandungan dokter THT Dongeng Dongeng Mancanegara Dora Sembada dosen DPR driver Durian e-KTP e-mail Ebook Tengger Bromo electrolux elephant Eloy Zalukhu Embargo embassy enchantment encim Engkoh Enter es keliling es teh manis Esemka Eureka Archimedes Eureka dan Sejarahnya Eureka Saya Menemukannya Eve Fabel Aesop Fabel Bidpai facebook fanta Farmer farmville FB FB Mayer FBI fengshui fenny rose fesbuk Finished Focus Foke Foklor Merapi fokus foya-foya frustasi Gaek Cukua Sabalah gajah hitam Galatama Galaxy tab Ganesha Blitar Ganesha Kala Dicuri ganteng tapi bandel ganti kartu Garam Gunung Krayan Garis Lurus Merapi Kraton Pantai Selatan Garis Lurus Yogya Garuda Magazine gema gembok dan anak kunci Gereja Bantul Gereja Candi get up Getuk Ginza Gogol Gogol Gempol Gogol Pasuruan Gogolan google Google talk Gorilla Greek and Roman Mythology Green Greg Riley Gudeg Gunung Batok Gunung sion Gunung Tengger guru hakim hamil Hanacaraka hand Hans Christian Andersen happiness hari kiamat Hari Lahir Yesus harta Hati Kudus Tuhan Yesus hayam headset health heart attck heaven Helicopter view helm hemorrhoid herin Hermawan Kartajaya Hikayat Tangkuban Perahu Hoax Holland bakery Hollywood Homo Honocoroko Humor humour huruf A semua huruf vokal Hut Kemerdekaan Ibu ikan baronang ikan belanak ikan kembung iman imigrasi impoten Indian boy Indomie Indonesia Info Inlandeer internet Interview ipad iPad2 iphone ipod IQ isi pulsa Istana Cipanas istri istri bawel ITB Iwak peyek Jalangkung jambu monyet James Watt Jamil Azzaini jangan dicoblos jangan menunggu Jataka Jepang Jogya joko Joko Widodo Joni Judo jujur juragan tanah just kidding Justin Bieber kaca spion Kacang dua kelinci kacang ijo Kacang mete kadal air kakek kambing Kambing hitam kambing putih kan pei kantor polisi kantor pos Kapan Yesus Lahir karburator karyawan baru Kasih Kata Duit Katolik Bantul KB suntik ke sambar petir Kebetulan Aneh Kebetulan Unik kehidupan Keistimewaan Yogyakarta Kejaksaan keju kekayaan Kelahiran Soekarno Kelapa kenalan kera sakti kerajaan sriwijaya Keraton Solo Keris Sarutama king of world Kisah Klasik Minang kisah merapi KL Klenteng Mbah Ratu Surabaya kode kode baru kodok komar komodo Komputer dari zaman ke zaman kopi Kost kota wisata kotak surat koto kampar KPK Kraton Solo kreditan TV Krisdayanti KTP Kudus kulkas second kunci mobil kuntilanak kurang gizi Kutoarjo lada hitam Ladies Lady gaga lamaholot lamanerin lampu merah langit biru Latte Laundry laut mati Learn to move on leaving office on time Lebaran Lee Myung Bak legenda gunung semeru Legenda Mbah Maridjan Legenda Mbah Petruk legenda merapi Legenda Sangkuriang Lemari es lemots life life in the world lift up Lilin Liposuction Logistics and organization Losarang Losmen lowongan kerja lubang hidung Luck mabal sakola Madura mahasiswa main rules Majesti Makam Mbah Soleh Makam Sunan Ampel Makan siang makassar Makna Sejarah Malaysia Malik Ibrahim manado manager Manager HRD Mancing mania Mancing. mang beca Mantri sunat maratus Mardi Lestari Marga Batak mario teguh masjid agung demak masjid akulturasi Masjid Ampel masjid ki ageng henis masjid laweyan masjid solo Masjid Sunan Ampel Masuknya Islam Indonesia Masuknya Islam Nusantara masya Allah Masyarakat Tengger Matador Spanyol Matematika Maulana Aliyuddin Maulana Ishak Maulana Malik Isroil Maulana Muhammad Ali Akbar Mbah Bolong Mbah Petruk Mbah Soleh Ampel Mbah Sonhaji Mbah Suwo Melinda membaca buku membalas budi member get member menado menara pisa mencret menelepon menggodaku Mercedez AutomaticI Mercy Merdeka meresapi Mertua mi instan michael Jackson mie mikrolet minum minuman keras Miss Malaysia Miss Universe Miss USA Mitos Mbah Petruk Mitos Merapi MK mom and wife mona money monogami monoton monyet motivasional motivation motivator Mr Bean MS Hidayat muara tikus mudik Muhammad Al Maghrobi murid Murid Sunan Ampel MySpace Nama Google Nanas nasi goreng Nasredin Hoja nazarudin nematus Nenek New York Nidji nightclub Jokes nilai jual nini-nini Novel Nyadran nyamuk Obama Oneng dan Badjuri orang bijak orang gila orang pintar Orang Rantai orang tua Oscar Wilde otak pria otak wanita pacaran pagar listrik pak Camat pak Lurah Pak RT pakis PAM Panchatantraa panjang pinang panjang umur Panwaslu Papua parang tritis Paris Hilton pasar pasien password Patung Kala Blitar patung Kala Dicuri pawisata pedagang baso pedagang ikan pejabat pusat Pejagan Kanci Pekalongan pekan baru pelangi Pembeli adalah raja Pemimpin yg baik pemuda pen drive pencipta lambang negara Indonesia pencuri pulsa pengadilan pengantin baru Pengemis pengumuman peniti penjual buah penjual sayur Penyakit Polio penyanyi dangdut Penyiar Peradaban Atlantis Perahu Bugis Perahu Makassar permaisuri Perut buncit Pesangon peternak sapi Petik Laut photographer Piala Dunia pilkada DKI Pinisi Pink Pintu yang selalu terbuka piramida Piramida Gunung Lalakon Pizza PLN pocong POLDA Poliandri Police officer Poligami Polio polisi poltak pom bensin positive thinking post office pramugara Pramugari productivity Professor Psikiater puasa public relation Purbakala Blitar Putus asa Qomar dan siti... Qurban Rabbit racun Radio raja raja sate H. Subali Ramadhan Ramlan rayuan si raja gombal Rendah hati Renungan Reunian reward point Rhino rice cooker Robot Roro Anteng Joko Seger Roro Jonggrang rorompok RS jiwa RS TNI AU Dr Salamun rule rumah bordil Saka salaki sakarat salesman Sandal Jepit sate. satpam Satya Yoga Sawah Gogol sawo matang Sayur SD Seafood pizza Sego Jagung Sejarah Sejarah Ampel sejarah angka 7 Sejarah Angka Tujuh Belanda sejarah artis Sejarah BlackBerry Sejarah Bromo Sejarah Bunker Jakarta Sejarah Coklat Sejarah Eureka sejarah garuda pancasila Sejarah Google Sejarah Gunung Merapi Sejarah Hanacaraka Sejarah Hoax Sejarah Indonesia Sejarah Islam Indonesia Sejarah Islam Nusantara Sejarah Istana Cipanas Sejarah Jakarta Sejarah Komputer Sejarah Kraton Solo Sejarah Kraton Yogyakarta sejarah lagadoni Sejarah Majapahit Sejarah Marga Batak Sejarah Masjid Ampel sejarah merapi sejarah minyak goreng Sejarah Nama Indonesia Sejarah Orang Rantai Sejarah Paman Sam Sejarah Pinisi Sejarah Polio Sejarah Prambanan Sejarah Qwerty Sejarah Roro Anteng sejarah rumah sakit sejarah semeru Sejarah Teka-teki SIlang Sejarah Tengger Sejarah TTS Sejarah Wali Sejarah Walisongo sejarah wikileaks sekolah minggu sekretaris selang oksigen Semangka Sembilan Makam di Ampel sendok Sentong Tengah sepak bola serangan jantung seribu setitik embun inspirasi Seven up Showroom Sianida siapa julian assange Siapa Mbah Maridjan siapa sultan hamid II siliaris pupil silverQueen SIM simbol pria simbol wanita Singapore Singkong sirkulasi darah Situs Purbakala Situs Purbakala Blitar Smash SMS SNSD Social networks Solo soto ayam space SPBU Muri Tegal SPG Starbucks status steve jobs STNK storeroom stroke student suami suami dan istri suami istri suami sekarat Sudirman suku sumbangan sun block sun go kong sun plaza Sunan Ampel Sunan Bonang Sunan Drajad Sunan Giri Sunan Gunung Jati Sunan Kalijaga Sunan Kudus Sunan Muria sunat superman supermarket supervisor Surabaya Surakarta surga Surya Paloh susah bernapas susu suzuki Swatch Syahrini Syeh Siti Jenar Syeh Subakir Syekh Piyobang Taekwondo tahayul tahta tahun uang Taiwan taj mahal Tambang Sawah Lunto Tanah abang tangkuban perahu Tanjung kodok taraweh Tarzan tatar sunda Teacher teka teki Teka Teki Silang tekad telepon koin telor Tempat Angker di Merapi Tempat lahir Bung Karno tempe Tenaga kerja Indonesia Tenganan Tengger Bromo terong ungu tersedak Terunyan test drive The Grimm Brothers The Hoax the winner Thomas Alfa Edison THR tidur tiga roda tiger wood tilang tinggi hati tips aman naik angkot tipung titik buta to be to have toilet Toyota Landcruiser Toyota xenia Tradisi Tengger Trivia Trowulan TTS Tuhan tukang baso tukang becak tukang cukur tukang jahit tukang kue tukang pos Tuna netra tuna wicara... turis arab tuyul ucok UGD UI ulang tahun Unesco Upacara Karo Bromo upload FB usb port ustadz Vaksin Polio Vegetarian vegetation Vermak Jin villa VOA volvo wali pitu Walisongo Walisongo Periode I Walisongo Periode II Walisongo Periode III wanita wanita duduk Warteg washington watches water wawancara WC wedding Whale wikipedia windows Wisata Bogor Wisata Cipanas Wisata Sawah Lunto Wisata Solo Wisata Sumatra Barat witches wong ndeso x-men yerikho Yogja Yuni shara zaman