Showing posts with label Cerita Rakyat India. Show all posts
Showing posts with label Cerita Rakyat India. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Kura-kura yang Tidak Dapat Berhenti Bicara

ekor kura-kura hidup di sebuah danau. Ia suka menyelam di danau. Ia suka memanjat ke atas sebuah batu besar dan berjemur.

Namun yang paling disukainya adalah berbicara. Ia berbicara kepada anak-anak desa yang bermain di tepi danau, kepada ikan-ikan yang melesat di dalam air, kepada katak-katak di tepi danau, kepada bangau yang mencari ikan. Ia juga berbicara kepada monyet yang bergelantungan di pohon di tepi danau. Bahkan ia berbicara lebih banyak daripada monyet!

Kura-kura bicara, bicara dan bicara terus kecuali bila ia sedang tidur.

Pada suatu hari datanglah dua ekor angsa liar. Mereka mendarat dan beristirahat  di danau. Kura-kura langsung menghampiri mereka dan menyapa, “Hai, kalian bukan dari sini ya?”

Angsa-angsa itu menjawab dengan ramah. Mereka pun lalu mengobrol. Angsa bercerita bahwa mereka sedang dalam perjalanan pulang ke selatan.

Kura-kura bertanya, “Di mana kalian tinggal?"

“Kami tinggal di sebuah danau di atas bukit. Danau kami lebih besar dari danau ini. Airnya jernih. Pemandangannya juga indah,” kata salah satu angsa.
Kura-kura terus bertanya tentang danau tempat tinggal angsa. Akhirnya angsa mengajak kura-kura ikut pulang ke rumah mereka.

“Aku kan tak bisa terbang seperti kalian. Mana mungkin aku ikut?”

“Mudah saja, kita akan mencari sebuah tongkat, aku dan kakakku akan mengigit kedua ujungnya dan kau menggigit bagian tengahnya. Kami akan membawamu terbang.”

“Terima kasih, aku senang sekali bisa ikut dengan kalian. Sudah lama aku ingin pergi ke selatan.”

Mereka bertiga mencari sebatang tongkat. Mereka menemukan sebuah tongkat yang cukup kuat.

“Ayo kita pergi,” kata angsa yang lebih tua, “namun kau harus ingat, kau tak boleh berbicara selama kita terbang.”

“Benar,” sahut adiknya, “Bila kau membuka mulutmu, tongkat ini akan terlepas dan kau akan jatuh. Ingat ya, tak boleh bicara sepatah pun!”

“Ya, tentu saja aku akan ingat,” kata kura-kura, “Aku tidak akan bicara sepanjang perjalanan.”

Kedua angsa menggigit ujung-ujung tongkat dengan paruh mereka, dan kura-kura menggigit di tengah. Mereka pun berangkat ke selatan.

Mereka terbang di atas desa di mana anak-anak yang suka mengobrol dengan kura-kura tinggal. Kura-kura dapat melihat teman-temannya di bawah sana. Ia ingin berteriak, “Hei, aku pergi ke selatan!” untung ia dapat menghentikan dirinya tepat pada waktunya.

Salah seorang anak melihat kura-kura tergantung pada tongkat yang dibawa dua ekor angsa. Ia memberitahu teman-temannya. Mereka berkumpul dan menunjuk-nunjuk kepada kura-kura. Lalu seorang anak berkata, “Lucu sekali cara mereka bepergian.” Anak-anak yang lain tertawa.

Anak yang lain berkata, “Kura-kura kan tak bisa diam? Ia selalu bicara. Tak mungkin ia dapat menutup mulutnya selama perjalanan.”

Anak-anak itu tertawa-tawa lagi. Kura-kura tidak tahan lagi. Ia berteriak kepada mereka, “Siapa bilang aku....” Hanya itu yang sempat dikatakan kura-kura. Ia terlepas dari tongkat dan jatuh di dekat kaki anak-anak.

“Kasihan kura-kura, “ kata seorang anak, “ia tak dapat berhenti bicara.”

Friday, November 11, 2011

Tiga Pangeran dan Peri Air


Dahulu kala hiduplah seorang raja dengan tiga putera. Yang tertua bernama Pangeran Bintang, adiknya bernama Pangeran Bulan dan yang bungsu Pangeran Matahari. Sang raja begitu gembira dengan kelahiran pengeran ketiga sehingga ia berjanji kepada sang ratu akan memenuhi apapun yang dimintanya.
Sang ratu mengingat janji raja kepadanya, namun ia menunggu hingga putera ketiganya dewasa.

Pada ulang tahun Pangeran Matahari yang ke duapuluh satu, sang ratu berkata kepada raja,”Yang mulia, ketika anak ketiga kita lahir dulu, kau berjanji akan memberiku hadiah. Sekarang aku minta Yang Mulia menyerahkan kerajaan ini kepada  Pangeran Matahari.”

Sang raja menolak, dan mengatakan bahwa kerajaan harus diserahkan putera tertua, karena itu sudah menjadi haknya. Kemudian bila putera pertama tidak dapat menjadi raja, kerajaan menjadi hak putera kedua. Hanya bila kedua kakaknya meninggal, putera ketiga berhak memerintah kerajaan.

Ratu pergi, namun raja dapat melihat bahwa ratu tidak puas dengan jawabannya. Raja khawatir ratu akan melakukan sesnatu untuk menyingkirkan putera pertama dan kedua.

Maka ia memanggil pangeran pertama dan kedua. Ia menyuruh mereka pergi dan tinggal di hutan hingga ia wafat. “Kemudian kembalilah dan memerintah di kerajaan ini sesuai dengan hakmu.”

Ketika mereka berjalan ke luar istana, Pangeran Matahari melihat mereka dan bertanya, “Kak, ke mana kalian pergi?”

Ketika mendengar kemana dan mengapa mereka pergi, Pangeran Matahari berkata, “Aku ikut bersama kalian, Kak.”

Mereka terus berjalan hingga masuk ke hutan. Di sana mereka menemukan sebuah kolam dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. “Pergilah ke kolam, Dik,” kata pangeran tertua kepada Pangeran Matahari. “Mandi dan minumlah. Kemudian bawakan sedikit air, kami menunggu di sini.”

Raja peri telah memberikan kolam itu kepada seorang peri air. “Kau berkuasa di kolam ini,” kata raja peri. “dan kau boleh melakukan apa saja kepada siapa pun yang datang ke kolam ini, kecuali bila ia dapat menjawab pertanyaanku.” Peri air mendengarkan dengan seksama. Pertanyaan itu adalah,”Seperti apa peri yang baik itu?”

Ketika Pangeran Matahari masuk ke dalam kolam, peri air betanya kepadanya,”Seperti apa peri yang baik itu?”

“Peri yang baik,” kata Pangeran Matahari setelah berpikir sejenak, “seperti matahari dan bulan.”

“Kau tidak tahu seperti apa peri yang baik,” dan peri air membawa pemuda malang itu ke guanya di dasar kolam.

Setelah menunggu cukup lama dan adik mereka tidak muncul, Pangeran Bintang menyuruh Pangeran Bulan menyusulnya.

Di kolam ia tidak melihat adiknnya. Air kolam yang jernih membuatnya ingin mandi. Ia masuk ke dalam kolam. Tiba-tiba muncul peri air yang langsung bertanya, “Katakan, seperti apa peri yang baik?”

“Seperti langit di atas kita,” jawab Pangeran Bulan.

“Ternyata kau juga tidak tahu," kata peri air sambil menyeret Pangeran Bulan ke guanya.

“Pasti terjadi sesuatu pada adik-adikku,” kata Pangeran Bintang dalam hati. Ia pun pergi ke kolam. Di tepi kolam ia melihat jejak kaki adik-adiknya masuk ke dalam kolam. Tahulah ia bahwa ada seorang peri air tinggal di dalam kolam itu. Ia menarik pedangnya dan menyiapkan busurnya. Ia menunggu dengan sabar.

Peri muncul, menyamar sebagai seorang pencari kayu.”Kau tampak lelah, teman,” katanya kepada Pangeran. “Mengapa kau tidak mandi di kolam lalu berbaring di tepi sana?”

Namun Pangeran itu tahu pencari kayu itu adalah peri air. Ia berkata,”Kau telah mengambil kedua adikku.”

"Ya," kata peri air.

"Mengapa kau mengambil mereka?"

"Karena mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku,"  kata peri air, “dan raja peri memberiku kuasa untuk melakukan apa saja kepada semua orang yang masuk ke dalam air kecuali mereka yang dapat menjawab pertanyaanku dengan benar."

"Aku akan menjawabnya," kata Pangeran, “Peri yang baik seperti pemilik hati yang murni, yang takut akan dosa dan berbuat baik dalam kata-kata dan perbuatan."

"Oh Pangeran yang bijaksana,” kata peri air. “aku akan mengembalikan satu adikmu. Yang mana yang harus kukembalikan kepadamu?"

"Kembalikan si bungsu," kata Pangeran,”Karena ialah ayah kami menyuruh kami pergi, Aku tak dapat pergi bersama Pangeran Bulan dan meninggalkan Pangeran Matahari yang malang di sini.”.

“Pangeran, kau sungguh bijaksana,” kata  peri air, “Kau tahu apa yang harus kau lakukan dan baik hati. Aku akan mengembalikan kedua adikmu."

Ketiga pangeran itu tinggal di hutan bersama-sama hingga ayah mereka wafat. Kemudian mereka kembali ke istana. Pangeran Bintang menjadi raja dan ia mengajak kedua adiknya memerintah bersamanya, Ia juga membangun sebuah rumah untuk peri air di taman istana.

Wednesday, September 28, 2011

Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah




Dahulu kala hiduplah enam orang buta. Mereka sering mendengar tentang gajah. Namun karena mereka semua belum pernah melihatnya, mereka ingin sekali tahu seperti apa gajah itu. Maka mereka beramai-ramai pergi melihat gajah.
Orang buta pertama mendekati gajah. Ia tersandung dan ketika terjatuh, ia menabrak sisi tubuh gajah yang kokoh. “Oh, sekarang aku tahu!” katanya, “Gajah itu seperti tembok.”
Orang buta kedua meraba gading gajah. “Mari kita lihat...,” katanya, “Gajah ini bulat, licin dan tajam. Jelaslah gajah lebih mirip sebuah tombak.”
Yang ketiga kebetulan memegang belalai gajah yang bergerak menggeliat-geliat. “Kalian salah!” jeritnya, “Gajah ini seperti ular!”

Berikutnya, orang buta keempat melompat penuh semangat dan jatuh menimpa lutut gajah. “Ah!” katanya, “Bagaimana kalian ini, sudah jelas binatang ini mirip sebatang pohon.”

Yang kelima memegang telinga gajah. “Kipas!” teriaknya, “Bahkan orang yang paling buta pun tahu, gajah itu mirip kipas.”

Orang buta keenam, segera mendekati sang gajah, ia menggapai dan memegang ekor gajah yang berayun-ayun. “Aku tahu, kalian semua salah.” Katanya. Gajah mirip dengan tali.”

Demikianlah keenam orang buta itu bertengkar. Masing-masing tidak mau mengalah. Semua teguh dengan pendapatnya sendiri, yang sebagian benar, namun semuanya salah. Mereka semua hanya meraba bagian tubuh gajah yang berlainan, mereka tidak melihat keseluruhan hewan gajah itu sendiri.

Saturday, August 27, 2011

Kabar Buruk



Pada suatu hari, seekor kelinci kelabu sedang tidur-tiduran di bawah pohon beringin.  Ia sedang berpikir, “Bila bumi ini pecah, maka terjadi kiamat. Apa yang akan terjadi padaku?” Tiba-tiba, ia mendengar suara benturan keras. Ia melompat kaget. “Kiamat! Bumi meledak!”  Ia pun lari tunggang langgang tanpa melihat sekelilingnya.

Ketika ia berlari di hutan, seekor kelinci lain melihatnya dan bertanya, “Hei, kau lari cepat sekali. Mau ke mana?”. Kelinci kelabu menjawab, “Bumi akan meledak! Kau lebih baik lari juga!” Kelinci kedua lari lebih cepat dari kelinci kelabu.  Sambil berlari mereka berteriak kepada kelinci-kelinci lain, “Bumi meledak. Bumi Meledak. Kiamat!”  Dalam waktu singkat ribuan kelinci berlarian hiruk pikuk di seluruh hutan.

Melihat begitu banyak kelinci berlari-lari, hewan-hewan lain ikut ketakutan. Berita menyebar dari mulut ke mulut dan dalam sekejab semua hewan tahu bahwa bumi akan meledak. Reptil, burung, serangga dan hewan berkaki empat, pendeknya semua hewan,  ikut berlari ketakutan. Semua ingin menyelamatkan diri dan jeritan ketakutan mereka menyebabkan suasana menjadi kacau balau.

Seekor singa berdiri di atas bukit, ia melihat semua hewan berlomba-lomba lari. Ia segera menuruni bukit dan mencegat mereka. “Stop! Stop!” teriaknya menghentikan mereka. Hewan-hewan berhenti berlari, beberapa ekor saling bertabrakan dan menginjak yang lain. Beberapa kelinci juga menabrak sang singa.

“Apa yang terjadi? Mengapa kalian semuanya lari?” tanya singa.

“Bumi meledak,” jawab seekor kakak tua.

“Kata siapa?” tanya singa lagi.

“Aku dengar dari monyet.”

Ketika para monyet ditanya, mereka berkata bahwa mereka mendengarnya dari para harimau. Harimau mendengar berita itu dari gajah. Gajah mengatakan bahwa sumber beritanya adalah banteng. Akhirnya mereka semua bertanya kepada para kelinci, satu per satu menunjuk sang pembawa berita. Hingga akhirnya mereka menemukan sumber berita buruk itu.

Singa bertanya kepada kelinci kelabu, “Mengapa kau berpikir bahwa bumi ini akan meledak?” Kelinci kelabu menjawab sambil terengah-engah, “Baginda, aku mendengar  dengan telingaku sendiri, bumi pecah.”

Singa meneliti suara yang didengar kelinci kelabu. Ternyata penyebab seluruh kekacauan itu adalah sebuah kelapa besar yang jatuh menimpa tumpukan batu di bawahnya dan menyebabkan batu-batu itu longsor.

“Nah, kalian lihat sendiri,” kata singa. “Bumi kita aman. Sekarang kalian pulanglah.”

“Lain kali, bila mendengar kabar apa pun, selidikilah dulu sebelum bertindak.”
Para hewan saling berpandang-pandangan dengan malu. Perlahan-lahan mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.


Friday, August 26, 2011

Kisah si Buta dan Ular




Dahulu kala, seorang buta pergi bersama seorang teman yang dapat melihat. Mereka berkuda sepanjang hari. Ketika malam tiba, mereka beristirahat di padang rumput.

Menjelang fajar, mereka bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Si orang buta mencari-cari cambuknya. Kebetulan seekor ular berbaring di dekatnya, kaku karena kedinginan.

Orang buta memegang ular itu dan berkata dalam hati, “Aneh, tidak seperti biasanya, cambuk ini lunak sekali.” Ia mengambilnya dan menunggangi kudanya.

Ketika hari mulai terang, teman si buta melihat bahwa temannya sedang memegang seekor ular. Ia pun berteriak ketakutan, “Kawan, yang kau pegang itu bukan cambuk tetapi seekor ular. Cepat lemparkan sebelum ia menggigitmu!”

Namun si buta hanya tertawa. “Kau iri ya? Aku kehilangan cambukku, namun sebagai gantinya aku mendapatkan yang lebih lunak dan lebih baik. Kau pikir karena aku buta, aku bodoh ya? Aku tidak sebodoh itu, sehingga tidak dapat membedakan cambuk dengan ular.”

“Kawanku,” jawab temannya, “Demi keselamatanmu sendiri, aku mohon, percayalah kepadaku. Buang ular itu.”

Namun si orang buta justeru mengencangkan pegangannya pada ular itu. Ular  terkejut, ia melingkarkan tubuhnya pada pergelangan tangan si buta dan menggigit sehingga si buta tewas seketika.

Kisah Monyet dan Tukang Kayu


Seekor monyet memperhatikan seorang tukang kayu yang sedang membelah sebatang kayu dengan dua buah baji. Pertama-tama tukang kayu menyisipkan baji yang kecil ke dalam celah kayu, untuk menjaga celah itu tidak tertutup. Kemudian ketika celah sudah cukup lebar, ia memasukkan baji yang lebih besar dan memukulnya dengan palu dan mengeluarkan baji kecil.


Tengah hari tiba, tukang kayu pulang ke rumahnya untuk makan siang. Monyet ingin mencoba membelah kayu. Ketika ia duduk di bangku tukang kayu, tanpa disadari ekornya yang panjang masuk ke dalam celah kayu. Ia memasukkan baji kecil ke dalam celah kayu seperti yang tadi dilakukan tukang kayu. Namun ia lupa memasukkan baji besar sebelum mencabut baji kecil. Kedua belahan kayu menutup dan menjepit ekor monyet. 

Monyet hanya bisa mengerang kesakitan hingga tukang kayu kembali. Tukang kayu memukulnya dan memarahinya. Ia mengatakan bahwa monyet mendapat ganjaran yang sepantasnya karena mencampuri urusan orang lain. Baru setelah itu ia membebaskan sang monyet dari jepitan kayu.









Sunday, August 21, 2011

Burung Berkepala Dua



Sebatang pohon beringin tumbuh di tepi sebuah danau. Di pohon itu banyak burung membuat sarang. Salah satu burung sangat aneh dan berbeda dengan burung pada umumnya. Burung itu memiliki dua kepala. Masing-masing kepala dapat makan, minum, berpikir dan berbicara sendiri, namun burung itu hanya memiliki satu tubuh dan satu perut.

Pada suatu hari burung itu berjalan-jalan di tepi danau. Kepala pertama burung itu melihat buah yang berwarna merah keemasan di tanah. Buah itu tampak sangat lezat dan kepala pertama memakannya.

“Enak sekali,” katanya, “baru kali ini aku menemukan buah selezat ini.”

“Aku ingin mencobanya,” kata kepala kedua, “Berikan sedikit kepadaku.”

“Tidak,” sahut kepala pertama, “Aku melihatnya duluan. Aku yang berhak memakannya. Lagi pula buah ini nantinya juga masuk ke perut kita berdua. Sama saja bukan, aku atau kau yang makan buah ini?”

Kepala kedua sakit hati mendengar jawaban kepala pertama, namun ia tidak berkata apa-apa.

Beberapa hari kemudian, kepala kedua melihat sejenis buah yang sangat beracun. Kepala kedua segera mengambil beberapa buah dan berkata, “Lihat, aku akan memakan buah ini dan membalas penghinaanmu.”

“Jangan,” kata kepala pertama,”kita berdua memiliki satu tubuh. Bila kau memakannya, kita berdua akan mati.”

“Aku melihat buah ini duluan, aku berhak memakannya.”

Kepala pertama memohon agar kepala kedua tidak memakan buah beracun itu. Namun kepala kedua tidak mau mendengar. Ia memakan buah itu dan sebagai akibatnya, mereka berdua tewas.

Sunday, August 14, 2011

Angsa Berbulu Emas




Dahulu kala, hiduplah seekor angsa berbulu emas di sebuah kolam. Ada sebuah rumah di dekat kolam itu, dimana tinggal seorang ibu miskin dan dua orang puterinya. Mereka benar-benar miskin dan hidup menderita. Angsa itu tahu bahwa mereka sedang mengalami masalah.

Angsa berpikir, “Jika aku memberikan  selembar bulu emasku kepada mereka satu demi satu, ibu itu dapat menjualnya. Mereka akan hidup lebih baik  dengan uang dari penjualan buluku itu.”

 Angsa itu kemudian terbang ke rumah wanita itu. 

“Angsa,” kata ibu, “Mengapa kau kemari, kami tidak mempunyai apa-apa untukmu.”

“Aku tidak minta apa-apa,” sahut angsa, “Aku ingin memberikan sesuatu kepadamu. Aku tahu keadaan kalian. Aku akan memberikan bulu emasku satu per satu kepadamu. Juallah, maka kalian tidak menderita lagi.”

Angsa mencabut selembar bulunya dan pergi. Dari waktu ke waktu angsa datang dan setiap kali ia memberikan selembar bulu emas.

Ibu dan kedua puterinya hidup  dan berkecukupan dengan menjual bulu-bulu angsa emas.

Namun wanita itu ingin  mengambil semua bulu emas angsa itu. Pada suatu hari ia berkata kepada anaknya, “Jangan percaya kepada angsa itu, mungkin saja ia  tidak pernah datang lagi. Jika ini terjadi, kita akan menjadi miskin lagi. Kita ambil saja semua bulunya ketika ia datang lagi nanti.”

Puteri-puterinya dengan polos berkata, “Ibu, kita akan melukai angsa itu. Kami tidak mau menyakitinya.” Namun sang ibu tetap pada pendiriannya.

Ketika angsa datang lagi, wanita itu menangkapnya dan mencabuti semua bulunya. Namun bulu-bulu emas itu berubah menjadi bulu yang kasar dan aneh . Ibu terkejut melihat bulu-bulu itu.


“Ibu yang malang,” kata angsa, “aku ingin menolongmu, namun sebaliknya kau hendak membunuhku. Aku selalu memberimu bulu-bulu emasku, namun sekarang aku tidak merasa perlu menolongmu lagi. Aku akan pergi dan takkan  pernah kembali lagi.”

Sang ibu menyesal dan minta maaf kepada angsa.

Angsa berkata, “Jangan serakah.”

Ia pun terbang meninggalkan rumah itu dan tak pernah terlihat lagi.

Sunday, June 19, 2011

Kucing yang Menjadi Ratu



Seorang raja yang memerintah di Kashmir, India, mempunyai banyak isteri, namun tak seorang pun isterinya melahirkan anak untuknya. Ia sangat kuatir tidak mempunyai pewaris yang akan meneruskan kerajaannya. 

Pergilah sang raja ke bagian istana dimana isteri-isterinya tinggal dan mengumumkan bila dalam waktu setahun mereka tidak dapat melahirkan putera untuknya maka mereka akan dijatuhi hukuman mati.

Para isteri raja berdoa kepada dewa Shiva memohon bantuan untuk memenuhi kehendak raja. Setelah menunggu penuh harap selama beberapa bulan, akhirnya mereka menyadari bahwa harapan mereka takkan terkabul. Mereka pun mencari akal agar mereka tidak dihukum mati. 

Tak lama kemudian raja mendengar bahwa salah satu isterinya mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Namun itu tidak benar. Yang sesungguhnya terjadi adalah seekor kucing melahirkan banyak anak. Salah satu anak kucing itu diambil dan dibesarkan oleh isteri-isteri raja. 

Ketika sang raja mendengar berita itu, ia sangat gembira. Ia memerintahkan, “Bawalah puteriku menemuiku. Aku ingin melihatnya.”

 Para isteri raja sudah menduga bahwa raja ingin melihat puterinya, “Katakan kepada baginda,“ kata mereka kepada pesuruh raja, “para Brahmana mengatakan bahwa anak itu tidak boleh dilihat ayahnya sebelum ia menikah.” Mendengar hal itu, raja pun tidak lagi memaksa untuk melihat puterinya. 

Raja terus menerus menanyakan tentang sang puteri dan jawaban yang diterimanya selalu tentang betapa cantik dan pintarnya sang puteri. Ia pun sangat gembira mendengarnya. Tentu saja ia menginginkan seorang putera, namun karena Tuhan tidak berkenan mengabulkan permintaannya, ia menghibur dirinya dengan membayangkan akan menikahkan puterinya dengan seseorang yang layak untuknya dan mampu memimpin kerajaan setelah ia turun tahta. 

Ketika sang raja memutuskan sudah waktunya puterinya menikah, ia memerintahkan para penasihatnya mencari  pasangan yang tepat untuk sang puteri. Dengan segera mereka menemukan seorang pangeran yang baik, cerdas dan rupawan. Raja pun segera memerintahkan untuk dilakukan persiapan pernikahan.

Apa yang dapat dilakukan para isteri raja sekarang? Tak ada gunanya lagi mereka berusaha melanjutkan kebohongan mereka. Pengantin pria akan segera datang dan ingin melihat calon isterinya. Raja pun sudah sangat mendambakan untuk melihat sang puteri.

Mereka berunding dan memutuskan untuk memanggil sang pangeran dan menjelaskan semuanya kepadanya. Mereka dapat menyiapkan alasan lain untuk sang raja sehingga mereka dapat mengulur waktu.

Sang pangeran pun dipanggil dan mereka pun menceritakan semuanya kepadanya,  setelah sang pangeran bersumpah untuk menjaga rahasia bahkan kepada orang tuanya sekalipun. 

Pesta pernikahan diselenggarakan dengan meriah, dihadiri oleh para raja yang dari negara-negara tetangga. Sang raja dengan mudah dibujuk untuk mengijinkan tanda yang membawa pengantin wanita tanpa melihat puterinya. Kucing itu dibawa dengan tandu ke kerajaan sang pangeran. 

Sang pangeran merawat kucing itu  dengan penuh kasih sayang dan mengurungnya dalam kamar pribadinya. Ia tidak mengijinkan seorang pun, termasuk ibunya sendiri masuk ke dalam kamarnya. 

Namun pada suatu hari, ketika pangeran sedang pergi, ibunya ingin berbicara dengan menantunya dari luar kamar. “Menantuku,” panggilnya. “Kau dikurung dalam kamar ini dan tidak boleh bertemu dengan orang lain. Kau pasti bosan. Suamimu sedang pergi. Kau boleh keluar tanpa takut bertemu seseorang. Maukah kau keluar?”

Kucing itu memahami perkataan sang ratu dan menangis sedih seperti manusia. Tangisannya membuat ratu sedih hingga ia memutuskan untuk berbicara dengan puteranya bila ia kembali nanti. 

Tangisan kucing itu juga terdengar oleh Parvati, isteri Shiva. Ia pun menemui Shiva dan memohon kepadanya untuk menolong binatang malang itu.

“Katakan kepadanya,” kata Shiva, “untuk mengoleskan  minyak pada bulu di seluruh tubuhnya dan ia akan berubah menjadi seorang wanita yang cantik jelita. Ia akan menemukan minyak itu di kamarnya.”
Parvati bergegas menemui sang kucing untuk menyampaikan kabar gembira itu. Ia pun segera mengoleskan minyak ke seluruh tubuhnya dan berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. Namun ia sengaja melewatkan setitik kecil bulu kucing di bahunya agar suaminya mengenalinya dan tidak menolaknya.

Malam itu sang pangeran pulang dan melihat isterinya telah berubah menjadi wanita yang cantik. . Permintaan ibunya membuatnya cemas karena ia tidak dapat menjelaskan mengapa isterinya adalah seekor kucing, namun sekarang semua kecemasannya hilang dan ia pun merasa sangat bahagia. Ia membawa isterinya menemui ibunya. Sang ratu yang semula mengira menantunya itu tidak bahagia menjadi lega melihat menantunya yang cantik dan tersenyum. 

Beberapa minggu kemudian sang pangeran didampingi isterinya mengunjungi ayah mertuanya. Sang raja yang mengira sang puteri adalah anaknya sendiri, gembira luar biasa. Isteri-isteri raja pun gembira karena doa mereka terkabul dan nyawa mereka pun terselamatkan. 

Pada akhirnya raja menyerahkan kerajaannya kepada menantunya, dan sang pangeran kemudian memerintah kedua kerajaan yang kelak menjadi kerajaan yang termashyur dan kaya raya.

Sunday, May 29, 2011

Kisah Monyet dan Buaya


Dahulu kala  hiduplah seekor monyet di sebatang pohon jamblang di tepi sungai. Ia bahagia walaupun tinggal sendiri . Pohon itu mempunyai banyak buah yang manis dan memberinya tempat berteduh pada saat hari panas atau hujan.

Pada suatu hari seekor buaya naik ke tepian  sungai dan beristirahat di bawah pohon.  Sang monyet yang ramah menyapanya, “Halo.” 

“Halo,” jawab buaya. “Apakah kau tahu dimana aku dapat menemukan makanan? Tampaknya sudah tidak ada ikan lagi di sungai ini.”

“Aku tidak tahu dimana ada ikan  Namun aku mempunyai  banyak buah jamblang yang masak di pohon ini. Ini, cobalah!” kata monyet sambil memetik beberapa buah jamblang dan melemparkannya kepada buaya.

Buaya memakan semua buah yang diberikan monyet.Ia suka rasanya yang manis. Ia minta monyet memetik buah jamblang lagi untuknya. 

Sejak saat itu buaya datang setiap hari. Mereka pun menjadi sahabat.  Mereka mengobrol sambil makan buah jamblang.

Pada suatu hari buaya bercerita tentang isteri dan  keluarganya.”Mengapa baru sekarang kau bilang bahwa kau punya isteri? Bawalah jamblang ini untuk isterimu.”

Isteri buaya menyukai buah jamblang. Ia belum pernah makan sesuatu yang begitu manis. Ia berpikir betapa manisnya daging monyet yang sepanjang hidupnya makan buah jamblang setiap hari. Air liurnya menetes. 

“Suamiku,” kata isteri buaya, “ajaklah monyet kemari untuk makan malam.  Lalu kita makan dia.”
Buaya terperanjat. Bagaimana ia dapat memakan sahabatnya? Ia menjelaskan kepada isterinya, “Monyet satu-satunya temanku, “ katanya. Sang buaya tetap menolak membawa monyet kepada isterinya. Sementara isterinya pun tetap membujuknya.

Ketika buaya tetap tidak mau menuruti keinginannya, isteri buaya pura-pura sakit keras. “Suamiku,” katanya, “Hanya jantung monyet yang dapat menyembuhkanku. Kalau kau mencintaiku, kau ajak monyet temanmu kemari. Setelah makan jantungnya aku pasti segera sembuh.”

“Teman,” kata buaya kepada monyet.  “Isteriku sangat berterima kasih dengan buah jamblang yang kaukirimkan tiap hari. Sekarang ia ingin mengundangmu makan malam.” Monyet sangat gembira dengan undangan itu namun berkata bahwa ia tak mungkin ikut karena ia tak dapat berenang. “Aku akan menggendongmu di atas punggungku. Kau tak usah khawatir,” kata buaya. 

Monyet pun melompat ke punggung buaya dan berangkatlah mereka.

Ketika mereka sudah cukup jauh dari pohon jamblang, buaya berkata,”Isteriku sakit parah, hanya jantung monyet yang dapat menyembuhkannya.”

Monyet ketakutan. Ia berpikir keras, bagaimana ia dapat menyelamatkan diri. “Buaya temanku, kasihan isterimu. Namun kau tak perlu cemas. Aku senang bisa menolong isterimu dengan jantungku. Masalahnya, aku tadi meninggalkan jantungku di atas dahan pohon jamblang. Ayo kita kembali dan mengambilnya.”

 Buaya percaya kepada monyet. Ia berbalik dan berenang kembali ke pohon jamblang. Monyet segera melompat turun dari punggung buaya dan naik ke dahan pohon. 

“Teman palsu yang bodoh. Tidak tahukah kau, bahwa kita selalu membawa-bawa jantung kita? Aku tak akan mempercayaimu lagi. Pergilah dan jangan kembali ke sini lagi.”  Monyet pun membalikkan badannya, tak mau melihat sang buaya.

Buaya sangat menyesal. Ia kehilangan satu-satunya sahabatnya. Ia juga tak akan dapat makan buah jamblang yang manis itu lagi. 

Monyet lolos dari bahaya karena berpikir dengan cepat dan cerdik. Ia menyadari bahwa monyet dan buaya tidak mungkin berteman. Buaya lebih suka makan monyet daripada berteman dengannya.

Categories

7 keajaiban dunia 7 wonders a pair of lover ABG abjad Adam Adat Tengger AdSense now speaks Indonesian Adu banteng adzan magrib Agama Tengger Ajisaka akuturasi hindu jawa Al Khazin alcohol Alkhazen all in one amatir Ambeien Ambon Amerika anak anak kelas 1 Angka 7 Angka 7 pakai sabuk Angka Tujuh angkot animal antimo Apa Itu Hoax apartemen Apoteker Apple aquarium Arab Arti Eureka Arti Sejarah artis Asah Otak Asal Bung Karno Asal Mula Hoax Asal Mula Kelenteng Asal Mula Teka-teki Silang Asal Mula TTS Asal usul Coklat Asal Usul Eureka Asal Usul Hoax Asal Usul Marga Batak Asal-usul Asal-usul Blackberry Asal-usul Duit Asal-usul Google Asal-usul Komputer Asal-usul Kota Bandung asal-usul lagadoni asal-usul mahameru Asal-usul Nama Indonesia Asal-usul Paman Sam asal-usul pizza Asal-usul Qwerty asal-usul semeru Asal-usul Vaksin Polio asal-usul wikileaks ASI at work ATM Australia Auto 2000 ayam betutu ayu ting ting Baby bad boys bahasa Arab bahasa Cirebon bahasa inggris bahasa Jawa bahasa Jepang bahasa sunda Bali Bali Aga Bali Asli Bali bird park Bali Mula Bali Safari Bali Turunan Baliaga bandung Bandungbondowoso Bangkok bangunan Barcelona Barrack Obama Bartender batak batu bata Batubara Sawah Lunto Bbm be thankful for the little thing Bear bebek Bejo belajar masak belajar. belalang kupu-kupu Bella Saphira bencong Benjol Bepe berenang bersyukur Best Bar Bidadari Bidpai biksu Bill Gates Bintang Toedjoe Biografi Bioskop bis kota BJ Habibie Blackberry Blind spot Blog Sejarah BMW BMW 320i Bohong di Internet bola golf Boobs vs. Willies borobudur Boston boxing Brain study Brebes brimob buah buaya bubur ayam Budaya Tengger budeg buku buku tabungan BUMN bunga mawar Bunker Batavia Bunker Jakarta Bunker Kota Tua Bupati Malang burung beo cafe camping Can I help you mam ? can't pay Candi Blitar candi bukit barisan candi muara tikus cape deh.. capucino Carl Lewis CCTV Celana dalam celana pendek celebration of life celine dion cemetery cendol Ceragem Cerita dari Cina Cerita Inspirasional Cerita Rakyat Cerita Rakyat Filipina Cerita Rakyat India Cerita Rakyat Iran Cerita Rakyat Jawa Barat Cerita Rakyat Jawa Timur Cerita Rakyat Kashmir Cerita Rakyat Malaysia Cerita Rakyat Merapi Cerita Rakyat Myanmar Cerita Rakyat Nusantara Cerita Rakyat Suku Indian Cherokee Cerita Rakyat Suku Maya Cerita Rakyat Turki Cerita Silat SH Mintardja Cerpen charm body fit cherry belle China China phone Chinese Chivas chocolate Church CIA Cicadas circle fly club golf clubbing coca cola coffe shop Coklat Afrodisiak Coklat untuk Seks Coklat Valentine Columbia Complete contact convenient cowo bodoh... cowo-cowo CPD CPM cucu Cup D cute cyber cafe Da'i Bachtiar daftar nama wali pitu Dahlan Iskan daihatsu danau Daun putri malu david beckham Dawet delight demo Demo Kerbau departemen kesehatan Dewata Cengkar Dewi Sekardadu Dian Sastro die hard digigit ular dijual butuh uang direct marketing direktur utama diskettes ditlantas polda dokter Dokter gigi dokter kandungan dokter THT Dongeng Dongeng Mancanegara Dora Sembada dosen DPR driver Durian e-KTP e-mail Ebook Tengger Bromo electrolux elephant Eloy Zalukhu Embargo embassy enchantment encim Engkoh Enter es keliling es teh manis Esemka Eureka Archimedes Eureka dan Sejarahnya Eureka Saya Menemukannya Eve Fabel Aesop Fabel Bidpai facebook fanta Farmer farmville FB FB Mayer FBI fengshui fenny rose fesbuk Finished Focus Foke Foklor Merapi fokus foya-foya frustasi Gaek Cukua Sabalah gajah hitam Galatama Galaxy tab Ganesha Blitar Ganesha Kala Dicuri ganteng tapi bandel ganti kartu Garam Gunung Krayan Garis Lurus Merapi Kraton Pantai Selatan Garis Lurus Yogya Garuda Magazine gema gembok dan anak kunci Gereja Bantul Gereja Candi get up Getuk Ginza Gogol Gogol Gempol Gogol Pasuruan Gogolan google Google talk Gorilla Greek and Roman Mythology Green Greg Riley Gudeg Gunung Batok Gunung sion Gunung Tengger guru hakim hamil Hanacaraka hand Hans Christian Andersen happiness hari kiamat Hari Lahir Yesus harta Hati Kudus Tuhan Yesus hayam headset health heart attck heaven Helicopter view helm hemorrhoid herin Hermawan Kartajaya Hikayat Tangkuban Perahu Hoax Holland bakery Hollywood Homo Honocoroko Humor humour huruf A semua huruf vokal Hut Kemerdekaan Ibu ikan baronang ikan belanak ikan kembung iman imigrasi impoten Indian boy Indomie Indonesia Info Inlandeer internet Interview ipad iPad2 iphone ipod IQ isi pulsa Istana Cipanas istri istri bawel ITB Iwak peyek Jalangkung jambu monyet James Watt Jamil Azzaini jangan dicoblos jangan menunggu Jataka Jepang Jogya joko Joko Widodo Joni Judo jujur juragan tanah just kidding Justin Bieber kaca spion Kacang dua kelinci kacang ijo Kacang mete kadal air kakek kambing Kambing hitam kambing putih kan pei kantor polisi kantor pos Kapan Yesus Lahir karburator karyawan baru Kasih Kata Duit Katolik Bantul KB suntik ke sambar petir Kebetulan Aneh Kebetulan Unik kehidupan Keistimewaan Yogyakarta Kejaksaan keju kekayaan Kelahiran Soekarno Kelapa kenalan kera sakti kerajaan sriwijaya Keraton Solo Keris Sarutama king of world Kisah Klasik Minang kisah merapi KL Klenteng Mbah Ratu Surabaya kode kode baru kodok komar komodo Komputer dari zaman ke zaman kopi Kost kota wisata kotak surat koto kampar KPK Kraton Solo kreditan TV Krisdayanti KTP Kudus kulkas second kunci mobil kuntilanak kurang gizi Kutoarjo lada hitam Ladies Lady gaga lamaholot lamanerin lampu merah langit biru Latte Laundry laut mati Learn to move on leaving office on time Lebaran Lee Myung Bak legenda gunung semeru Legenda Mbah Maridjan Legenda Mbah Petruk legenda merapi Legenda Sangkuriang Lemari es lemots life life in the world lift up Lilin Liposuction Logistics and organization Losarang Losmen lowongan kerja lubang hidung Luck mabal sakola Madura mahasiswa main rules Majesti Makam Mbah Soleh Makam Sunan Ampel Makan siang makassar Makna Sejarah Malaysia Malik Ibrahim manado manager Manager HRD Mancing mania Mancing. mang beca Mantri sunat maratus Mardi Lestari Marga Batak mario teguh masjid agung demak masjid akulturasi Masjid Ampel masjid ki ageng henis masjid laweyan masjid solo Masjid Sunan Ampel Masuknya Islam Indonesia Masuknya Islam Nusantara masya Allah Masyarakat Tengger Matador Spanyol Matematika Maulana Aliyuddin Maulana Ishak Maulana Malik Isroil Maulana Muhammad Ali Akbar Mbah Bolong Mbah Petruk Mbah Soleh Ampel Mbah Sonhaji Mbah Suwo Melinda membaca buku membalas budi member get member menado menara pisa mencret menelepon menggodaku Mercedez AutomaticI Mercy Merdeka meresapi Mertua mi instan michael Jackson mie mikrolet minum minuman keras Miss Malaysia Miss Universe Miss USA Mitos Mbah Petruk Mitos Merapi MK mom and wife mona money monogami monoton monyet motivasional motivation motivator Mr Bean MS Hidayat muara tikus mudik Muhammad Al Maghrobi murid Murid Sunan Ampel MySpace Nama Google Nanas nasi goreng Nasredin Hoja nazarudin nematus Nenek New York Nidji nightclub Jokes nilai jual nini-nini Novel Nyadran nyamuk Obama Oneng dan Badjuri orang bijak orang gila orang pintar Orang Rantai orang tua Oscar Wilde otak pria otak wanita pacaran pagar listrik pak Camat pak Lurah Pak RT pakis PAM Panchatantraa panjang pinang panjang umur Panwaslu Papua parang tritis Paris Hilton pasar pasien password Patung Kala Blitar patung Kala Dicuri pawisata pedagang baso pedagang ikan pejabat pusat Pejagan Kanci Pekalongan pekan baru pelangi Pembeli adalah raja Pemimpin yg baik pemuda pen drive pencipta lambang negara Indonesia pencuri pulsa pengadilan pengantin baru Pengemis pengumuman peniti penjual buah penjual sayur Penyakit Polio penyanyi dangdut Penyiar Peradaban Atlantis Perahu Bugis Perahu Makassar permaisuri Perut buncit Pesangon peternak sapi Petik Laut photographer Piala Dunia pilkada DKI Pinisi Pink Pintu yang selalu terbuka piramida Piramida Gunung Lalakon Pizza PLN pocong POLDA Poliandri Police officer Poligami Polio polisi poltak pom bensin positive thinking post office pramugara Pramugari productivity Professor Psikiater puasa public relation Purbakala Blitar Putus asa Qomar dan siti... Qurban Rabbit racun Radio raja raja sate H. Subali Ramadhan Ramlan rayuan si raja gombal Rendah hati Renungan Reunian reward point Rhino rice cooker Robot Roro Anteng Joko Seger Roro Jonggrang rorompok RS jiwa RS TNI AU Dr Salamun rule rumah bordil Saka salaki sakarat salesman Sandal Jepit sate. satpam Satya Yoga Sawah Gogol sawo matang Sayur SD Seafood pizza Sego Jagung Sejarah Sejarah Ampel sejarah angka 7 Sejarah Angka Tujuh Belanda sejarah artis Sejarah BlackBerry Sejarah Bromo Sejarah Bunker Jakarta Sejarah Coklat Sejarah Eureka sejarah garuda pancasila Sejarah Google Sejarah Gunung Merapi Sejarah Hanacaraka Sejarah Hoax Sejarah Indonesia Sejarah Islam Indonesia Sejarah Islam Nusantara Sejarah Istana Cipanas Sejarah Jakarta Sejarah Komputer Sejarah Kraton Solo Sejarah Kraton Yogyakarta sejarah lagadoni Sejarah Majapahit Sejarah Marga Batak Sejarah Masjid Ampel sejarah merapi sejarah minyak goreng Sejarah Nama Indonesia Sejarah Orang Rantai Sejarah Paman Sam Sejarah Pinisi Sejarah Polio Sejarah Prambanan Sejarah Qwerty Sejarah Roro Anteng sejarah rumah sakit sejarah semeru Sejarah Teka-teki SIlang Sejarah Tengger Sejarah TTS Sejarah Wali Sejarah Walisongo sejarah wikileaks sekolah minggu sekretaris selang oksigen Semangka Sembilan Makam di Ampel sendok Sentong Tengah sepak bola serangan jantung seribu setitik embun inspirasi Seven up Showroom Sianida siapa julian assange Siapa Mbah Maridjan siapa sultan hamid II siliaris pupil silverQueen SIM simbol pria simbol wanita Singapore Singkong sirkulasi darah Situs Purbakala Situs Purbakala Blitar Smash SMS SNSD Social networks Solo soto ayam space SPBU Muri Tegal SPG Starbucks status steve jobs STNK storeroom stroke student suami suami dan istri suami istri suami sekarat Sudirman suku sumbangan sun block sun go kong sun plaza Sunan Ampel Sunan Bonang Sunan Drajad Sunan Giri Sunan Gunung Jati Sunan Kalijaga Sunan Kudus Sunan Muria sunat superman supermarket supervisor Surabaya Surakarta surga Surya Paloh susah bernapas susu suzuki Swatch Syahrini Syeh Siti Jenar Syeh Subakir Syekh Piyobang Taekwondo tahayul tahta tahun uang Taiwan taj mahal Tambang Sawah Lunto Tanah abang tangkuban perahu Tanjung kodok taraweh Tarzan tatar sunda Teacher teka teki Teka Teki Silang tekad telepon koin telor Tempat Angker di Merapi Tempat lahir Bung Karno tempe Tenaga kerja Indonesia Tenganan Tengger Bromo terong ungu tersedak Terunyan test drive The Grimm Brothers The Hoax the winner Thomas Alfa Edison THR tidur tiga roda tiger wood tilang tinggi hati tips aman naik angkot tipung titik buta to be to have toilet Toyota Landcruiser Toyota xenia Tradisi Tengger Trivia Trowulan TTS Tuhan tukang baso tukang becak tukang cukur tukang jahit tukang kue tukang pos Tuna netra tuna wicara... turis arab tuyul ucok UGD UI ulang tahun Unesco Upacara Karo Bromo upload FB usb port ustadz Vaksin Polio Vegetarian vegetation Vermak Jin villa VOA volvo wali pitu Walisongo Walisongo Periode I Walisongo Periode II Walisongo Periode III wanita wanita duduk Warteg washington watches water wawancara WC wedding Whale wikipedia windows Wisata Bogor Wisata Cipanas Wisata Sawah Lunto Wisata Solo Wisata Sumatra Barat witches wong ndeso x-men yerikho Yogja Yuni shara zaman