Thursday, February 2, 2017

Dongeng Sebelum Tidur Si Kancil dan Buaya | DONGENG ANAK DUNIA

Dongeng Sebelum Tidur Si Kancil dan Buaya

Si Kancil dan Buaya
Si Kancil dan Buaya
Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar dan melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap karena pohon-pohon sangat lebat.

Si Kancil ingin berjemur di bawah terik matahari. Di sana ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa ada yang berbunyi di perutnya.

kruuuk?kruuuuuk?kruuuuuk.

Wah, rupanya Si Kancil sudah lapar. Si Kancil membayangkan betapa nikmatnya kalau ada makanan kesukaannya yaitu ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Si Kancil berfikir sejenak.

Tiba-tiba Si Kancil melompat kegirangan, dan berteriak: ?Buaya?.buaya?. ayo keluaaaaar?.. Aku punya makanan untukmu?!!? seperti itulah si Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sungai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, ?Buaya?buaya? ayo keluar? mau daging segar tidaaaak??
Si Kancil Bicara kepada Buaya
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, ?Bruaaar? siapa yang teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.? ?Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.? Kata buaya kedua yang muncul bersamaan.

?Wah?. bagus kalian mau keluar, mana buaya yang lain?? kata si Kancil kemudian. ?Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanannya ini. Ayo keluar semuaaa?!? si Kancil berteriak lagi.

?Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,? kata buaya.

?Begini buaya, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,? makanya kalian harus keluar semua untuk menghabiskan daging-daging segar ini.

Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua.

?Hei, teman-teman semua, ada makanan gratis nih! Ayo kita keluaaaar?.!? pemimpin dari buaya itu berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.

?Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya segera baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,? ?Nanti aku akan menghitung satu persatu.?

Lalu tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.

?Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,? kata si Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak,

?Satuuu?.. duaaaa?.. tigaaaa?..?

begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya yang satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya si Kancil sampai di seberang sungai. Dan di dalam Hatinya tertawa, ?Mudah sekali ternyata.?

Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, ?Hai buaya-buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?? ?Sebenarnya aku hanya ingin menyeberangi sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,? kata si Kancil.
Para buaya kesal karena tipuan si Kancil
?Haaaa!?.huaaaaaahh? sialan? Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kau kancil ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,? kata buaya-buaya itu geram.

Si Kancil segera berlari menghilang di balik pepohonan dan menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun makanan kesukaannya.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG

Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/06/dongeng-sebelum-tidur-si-kancil-dan.html

Dongeng Berlian dan Sekantong Gandum | DONGENG ANAK DUNIA

dongeng berlian dan sekantong gandum

Dongeng Berlian dan Sekantong Gandum - Syahdan, satu waktu di suatu negeri, hiduplah seorang saudagar yang kaya raya, bernama Pak Ulung. Sesuai dengan namanya, Pak Ulung adalah saudagar yang memiliki sifat ulung dan ulet dalam bekerja. Perniagaannya sampai ke berbagai negeri yang sangat jauh. Berbagai macam barang diniagakan. Ketika Pak Ulung pulang, ia membawa keuntungan beserta oleh-oleh berbagai rupa.

Pak Ulung telah lama ditinggalkan oleh istrinya, Bu Ulung, menghadap Sang Pencipta. Pak Ulung memiliki dua orang anak lelaki, bernama Si Tulus dan Si Irus. Si Tulus dan Si Irus sudah remaja. Mereka hidup dalam gelimang kecukupan harta. Rumahnya besar, tanahnya luas, dan pembantunya banyak.

Suatu hari, Pak Ulung jatuh sakit. Demi kesembuhan, berbagai tabib didatangi untuk menyembuhkan Pak Ulung. Namun sakit Pak Ulung tak kunjung sembuh, bahkan semakin bertambah parah. Dan perniagaan Pak Ulung pun dipercayakan pada pembantu-pembantu Pak Ulung.

Sayang sekali, pembantu-pembantu Pak Ulung banyak yang tidak jujur. Perniagaan sering mengalami kerugian. Dan harta pun terjual satu demi satu, hingga tersisa sedikit saja. Karena sakit yang tak kunjung sembuh, Pak Ulung merasa hidupnya tak lama lagi. Maka dipanggilah kedua anaknya, Si Tulus dan Si Irus ke tepi ranjangnya.

Anakku Tulus dan Irus, hidup ayah tidak lama lagi, kata Pak Ulung pelan.
Ayah jangan berkata begitu, Ayah tidak boleh berputus asa, rintih sedih Si Tulus.

Jika ayah pergi, siapa yang akan menghidupiku? rengek Si Irus.

Pak Ulung melanjutkan kata-katanya, kalian adalah lelaki, kelak harus hidup mandiri. Ayah selama ini telah memberi kalian harta dan ilmu yang berkecukupan.

Namun kini yang tersisa, cuma rumah yang sederhana ini, sebidang tanah dengan sekantong gandum, dan sebutir besar berlian. Kalian tinggalah di rumah ini sampai mandiri. Sisanya pilihlah untuk bekal hidup kalian.

Dan kesokan harinya, Pak Ulung pun menghadap Sang Pencipta. Sedih betul Si Tulus dan Si Irus. Namun mereka harus melanjutkan kehidupan. Maka teringatlah keduanya akan wasiat sang ayah. Sebidang tanah beserta sekantong bibit gandum, dan sebutir berlian besar.

Aku memilih sebutir berlian. Bagian Kak Tulus saja sebidang tanah dan sekantong gandum itu, ucap Si Irus.

Si Tulus bimbang. Nilai sebidang tanah dan sekantong bibit gandum sangatlah sedikit dibanding sebutir besar berlian itu, pikir Si Tulus.

Namun karena sayangnya Si Tulus pada Si Irus, maka Si Tulus setuju.
Baiklah, Semoga berguna bagimu, dik Irus, jawab Si Tulus.

Maka keesokan harinya pergilah Si Irus ke Kota Raja, untuk menjual berlian. Lupalah Si Irus akan nasihat sang ayah. Tidak mencari kerja, dihabiskannya sedikit demi sedikit hartanya. Sementara sang kakak, Si Tulus, cemas menunggunya di rumah.

Si Tulus, dengan sekantong bibit gandum dari sang ayah, mulailah berladang di sebidang tanah ayahnya. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun berganti.

Si Tulus terus bekerja, senantiasa berdoa, serta tak lupa berderma. Berawal dari petani sederhana hingga menjadi tuan tanah, dan pula belajar berniaga seperti ayahnya dulu. Sedangkan Si Irus hidup terlunta-lunta di Kota Raja.

Dan pada satu ketika, Si Tulus pergi ke Kota Raja. Hingga tidak sengaja bertemulah Si Tulus dengan seorang pemikul barang yang terlihat letih dan tua, dengan topi lebar menutupi kepalanya.

Boleh saya bawa barangnya Tuan, Cukuplah sekedar makan buat saya, pinta lirih sang pemikul.

Hati Si Tulus berdesir. Sepertinya tidak asing suara sang pemikul. Si Tulus menatap lebih dekat dan mengangkat topinya. Dan ternyata pemikul tersebut adalah Si Irus! Dipeluknya tubuh lusuh sang adik. Dan Si Irus pun juga terperanjat, menyadari sang kakak.

Pulanglah bersamaku, ucap penuh haru Si Tulus.
Tidak Kak Tulus, aku malu menjadi beban.
Akan kuajari engkau bekerja, selama ada kemauan!


Dan Si Irus pun cuma bisa tertunduk malu. Namun Si Tulus tetap menggandeng Si Irus pulang.

Dongeng Anak Dunia


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/06/dongeng-berlian-dan-sekantung-gandum.html

Dongeng Dua Belas Orang Pemburu (Brothers Grimm) | DONGENG ANAK DUNIA

Seorang pelayan mendengarkan pembicaraan singa dan raja
Dongeng - dua belas orang pemburu

Dongeng dua belas orang pemburu - Pada zaman dulu, ada seorang putra raja yang bertunangan dengan seorang putri yang sangat dia cintai. Suatu hari, saat mereka duduk berduaan, sang Putra Raja menerima kabar bahwa ayahnya sedang terbaring sakit. Untuk itulah dia bergegas pulang ke istananya untuk menjenguk ayahnya sebelum ajalnya tiba.

Jadi sang Putra Raja itu berkata kepada kekasihnya, "Aku harus pergi dan meninggalkan kamu, tetapi ambillah cincin ini dan pakailah untuk mengenangku, dan ketika aku menjadi raja, aku akan kembali ke sini dan menjemputmu ke istanaku."
Lalu dia berkuda untuk pulang ke istana kerajaannya, dan ketika dia sampai, didapatinya ayahnya sedang yang sakit keras dan sekarat hampir mendekati ajal.
Raja lalu berkata kepadanya, "Anakku tersayang, aku ingin melihat wajahmu sebelum aku meninggal. Berjanjilah kepadaku, aku mohon, bahwa kamu akan menikah sesuai dengan keinginanku," dan dia kemudian menyebutkan nama seorang putri dari kerajaan tetangga yang sangat menginginkan putra raja tersebut menjadi istrinya.
Karena sangat sedih, sang Pangeran itu tidak bisa memikirkan apa-apa lagi kecuali soal kesehatan ayahnya yang semakin memburuk. Lalu dia pun menyanggupi permintaan ayahnya. "Ya, ya, Ayah. Apapun yang Ayah inginkan dari aku, akan aku laksanakan."

Tak lama setelah mendengar kesanggupan putranya, sang Raja pun menutup matanya dan meninggal dengan tenang. Tidak lama kemudian, setelah masa berkabung telah selesai dan sang Pangeran dilantik sebagai raja, maka dia merasa harus memenuhi janji yang telah disepakatinya dengan mendiang ayahnya.
Untuk itu dia mengirimkan lamaran kepada putri raja dari kerajaan sebelah, yang langsung disetujui oleh raja dari kerajaan itu. Saat kekasih pertamanya mendengar berita tersebut, dia menjadi sangat sedih. Setiap hari dia merindukan kekasihnya hingga sakit dan hampir meninggal.
Ayah si Putri pun berkata kepadanya, "Anakku tersayang, mengapa kamu begitu sedih? Jika ada sesuatu yang kamu inginkan, katakanlah dan aku akan mengabulkannya."
Si Putri yang bermuram durja itu merenung sejenak, dan kemudian berkata, "Ayah, aku menginginkan sebelas gadis yang semirip mungkin denganku, baik tinggi badan, usia, dan penampilanku."
Raja kemudian berkata, "Jika hal itu memungkinkan, keinginanmu akan aku penuhi!"
Dia pun memerintahkan untuk mencari dan mendapatkan sebelas gadis yang mirip dengan postur tubuh maupun penampilan putrinya di seluruh penjuru kerajaannya. Kemudian sang Putri juga minta untuk dibuatkan dua belas pakaian pemburu yang persis sama antara satu dengan yang lainnya, dan kesebelas gadis itu pun memakai pakaian pemburu tersebut, dan sang Putri sendiri memakai pakaian yang kedua belas
Setelah itu, dia pamit kepada ayahnya, dan melaju bersama sebelas gadis berpakaian pemburu menuju ke kerajaan kekasihnya. Setibanya di kerajaan kekasihnya, dia pun menawarkan diri untuk menjadi pemburu kerajaan, dengan persyaratan bahwa sang Raja harus menerima mereka semua secara bersamaan.
Raja yang melihat si Putri ini, tidak mengenalinya dalam pakaian dan samarannya sebagai pemburu. Sang Raja hanya berpikir bahwa kedua belas pemburu ini semuanya masih muda dan terlihat gagah. Maka dia pun berkata, "Ya, aku dengan senang hati menerima mereka semua."
Setelah itu, resmilah mereka semua menjadi dua belas pemburu kerajaan. Sekarang, sang Raja memiliki singa yang luar biasa, karena singa tersebut bisa mengendus segala sesuatu yang tersembunyi atau bersifat rahasia.
Suatu malam sang Singa bertanya kepada sang Raja, "Jadi, Yang Mulia pikir, YangMuliatelah mendapatkan dua belas laki-laki pemburu?"
"Ya, tentu saja," jawab sang Raja, "mereka adalah dua belas laki-laki pemburu."
"YangMuliakeliru," kata sang Singa, "mereka adalah dua belas orang gadis."
"Itu tidak mungkin," tegas sang Raja, "bagaimana kamu bisa membuktikan perkataanmu itu?"
"Taburkanlah sejumlah kacang polong di atas lantai di ruangan utama istana," kata sang Singa, "danYangMuliaakan segera mendapatkan buktinya. Pria memiliki pijakan yang kuat, sehingga saat mereka berjalan di atas kacang polong, mereka tidak akan tergelincir, tetapi semua gadis akan tergelincir akibat menginjak kacang polong yang bulat."
Sang Raja menjadi senang dengan saran sang Singa, lalu memerintahkan pelayannya untuk menaburkan kacang polong di ruang utama istana. Untungnya, salah satu pelayan sang Raja yang akrab dengan para pemburu, mendengarkan pembicaraan bahwa para pemburu akan diuji. Maka dia bergegas pergi dan melaporkan hal itu kepada dua belas pemburu.
"Sang Singa mengatakan kepada sang Raja bahwa kalian adalah wanita," ungkap si Pelayan tersebut, membeberkan membeberkan semua rencana yang didengarnya dari sang Singa.
Si Putri lalu mengucapkan terima kasih atas petunjuk si Pelayan, dan setelah si Pelayan tersebut pergi, dia berkata kepada gadis pengikutnya, "Nanti, melangkahlah dengan kuat di atas kacang polong itu."
Keesokan pagi, sang Raja memanggil kedua belas pemburu, dan pemburu tersebut berjalan di ruang utama yang telah ditaburi dengan kacang polong. Mereka melangkah dengan kuat dan tegap, sehingga tidak satu pun kacang polong berguling pindah dari tempatnya.
Setelah mereka pergi, sang Raja berkata sang Singa, "LIhatlah, sekarang kamu tidak berkata dengan benar. Nah, kamu melihat sendiri bagaimana mereka berjalan seperti umumnya laki-laki."
"Karena mereka tahu mereka sedang diuji," elak sang Singa, "sehingga mereka berupaya agar tidak tergelincir. Ujilah kembali mereka dengan menempatkan selusin alat tenun di ruang utama. Ketika mereka melewati alat tenun tersebut,YangMuliaakan melihat betapa senangnya mereka, berbeda dengan laki-laki."
Sang Raja pun senang dengan saran tersebut, dan memerintahkan pelayannya untuk menempatkan dua belas alat tenun di ruang utama istana. Tetapi pelayan yang baik hati ini melaporkan kembali kepada para pemburu tentang rencana sang Raja. Tidak lama kemudian, setelah sang Putri sendirian dan kembali bersama gadis pengikutnya, dia berkata, "Sekarang, berupayalah lebih keras, bahkan jangan pernah melirik ke alat tenun itu nanti."
Ketika Raja memanggil dua belas pemburu pada keesokan harinya, mereka berjalan melalui ruang utama tanpa melirik ke alat tenun yang sengaja di tempatkan di sana. Sesaat setelah itu, sang Raja kembali berkata kepada sang Singa, "Kamu telah membodohi aku lagi, mereka adalah laki-lak karena mereka tidak pernah melirik ke alat tenun di sana."
Singa itu menjawab, "Mereka tahu bahwa mereka sedang diuji, dan mereka berupaya keras menekan perasaan mereka."
Namun sang Raja menjadi tidak percaya lagi kepada sang Singa. Jadi dua belas pemburu ini tetap terus mengikuti ke manapun sang Raja pergi, dan setiap hari sang Raja semakin senang dengan mereka.
Suatu hari, di saat mereka semua keluar untuk berburu, datanglah berita yang mengatakan bahwa calon pengantin sang Raja sedang berada dalam perjalanan, dan akan tiba dalam waktu dekat di kerajaannya. Ketika sang Putri yang menyamar menjadi pemburu mendengar hal ini, dia merasa sangat sakit hati dan seolah-olah ada sebilah pisau yang menusuk hatinya. Dia pun terjatuh pingsan karenanya.
Sang Raja yang merasa khawatir bahwa sesuatu telah terjadi pada pemburu kesayangannya, berlari untuk membantu, dan mulai menarik sarung tangan sang Pemburu agar terbuka. Saat itulah dia melihat cincin yang pernah diberikan kepada kekasihnya yang pertama. Saat sang Raja menatap dengan jelas wajah sang Putri yang berada di balik kedok samarannya, maka dia langsung mengenali wajah sang Putri.
Pada saat sang Putri membuka matanya, sang Raja berkata, "Aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku, dan tidak ada kekuatan di bumi yang bisa mengubah hal ini."
Untuk si Putri yang berada dalam perjalanan menuju kerajaannya, sang Raja mengirimkan utusan untuk memohon agar dia kembali saja ke kerajaannya sendiri. "Karena aku telah menemukan istriku, dan siapapun yang telah menemukan kunci lamanya, tidak memerlukan kunci yang baru lagi," demikian pesan yang dibawa oleh utusan sang Raja kepada si Putri dari kerajaan sebelah.
Tidak lama kemudian, pernikahan antara sang Raja dan sang Putri yang dicintainya itu dirayakan dengan meriah dan mewah. Sementara itu, sang Singa kembali menjadi hewan kesayangan sang Raja sebab semua yang telah dikatakannya sesungguhnya adalah benar.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng dua belas orang pemburu ini adalah
Bertahanlah dalam ujian maka kamu akan mendapatkan upah dari usaha tersebut.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG

Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/dua-belas-orang-pemburu-brothers-grimm.html

Dongeng Burung Elang dan Burung Gagak (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA

Elang yang menyambar anak domba
Dongeng - Burung elang dan burung gagak
Dongeng burung elang dan burung gagak - Seekor burung Elang, dengan kekuatan sayapnya menyambar seekor anak domba dengan kukunya dan membawanya pergi jauh ke angkasa, seekor burung gagak melihat kejadian itu, dan terbayang dibenaknya sebuah gagasan bahwa dia mempunyai kekuatan untuk melakukan hal yang sama dengan burung elang tersebut. Dan dengan membuka sayapnya lebar-lebar kemudian terbang di udara dengan galaknya, dia meluncur kebawah dan dengan cepat menghamtam bagian punggung seekor domba, tetapi ketika dia mencoba untuk terbang kembali dia baru sadar kalau dia tidak bisa mengangkat domba tersebut dan dia tidak dapat terbang lagi karena kukunya telah terjerat pada bulu domba, walaupun dia mencoba untuk melepaskan dirinya, jeratan itu terlalu sulit untuk dilepaskan sehingga dia merasa putus ada dan tetap tinggal di atas punggung domba tersebut.

Seorang pengembala yang melihat burung gagak itu mengibas-ngibaskan sayapnya berusaha melepaskan diri, pengembala itu menyadari apa yang telah terjadi, pengembala itupun berlari dan segera menangkap burung itu lalu mengikat dan mengurung burung gagak tersebut, setelah menjelang sore dia memberikan burung gagak itu kepada anak-anaknya di rumah untuk bermain.
"Betapa lucunya burung ini!" mereka sambil tertawa, "ini disebut burung apa ayah?"
"itu burung gagak, anakku. Tetapi jika kamu bertanya kepadanya, dia akan menjawab dia adalah dia seekor burung elang."
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng burung elang dan burung gagak ini adalah

Jangan biarkan kesombonganmu membuat kamu lupa diri akan kemampuanmu.



Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG


Kembali keHome



reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/burung-elang-dan-burung-gagak-aesop.html

Dongeng Monyet dan Unta Peniru (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA

Sang Unta menari mengikuti tarian sang Monyet
dongeng monyet dan unta peniru
Dongeng Monyet dan Unta Peniru - Pada suatu perayaan besar untuk menghormati sang Singa si Raja Hutan, seekor monyet diminta untuk menari di depan hewan yang hadir pada perayaan itu. Tarian sang Monyet begitu indahnya sehingga semua hewan yang hadir menjadi senang dan gembira melihatnya.
Pujian yang didapatkan oleh sang Monyet membuat seekor unta yang hadir menjadi iri hati. Dia sangat yakin bahwa ia bisa menari seindah tarian sang monyet, bahkan mungkin lebih baik lagi, karena itu dia maju ke depan menerobos kerumunan hewan yang menonton tarian monyet, dan sang Unta mengangkat kaki depannya, mulai menari. Tapi unta yang sangat besar itu membuat dirinya kelihatan konyol saat menendang-nendangkan kakinya ke depan dan memutar-mutarkan lehernya yang kaku dan panjang. Selain itu, sang unta sulit untuk menjaga agar tapak kakinya yang besar tetap terangkat ke atas.
Akhirnya, salah satu tapak kakinya yang besar hampir mengenai hidung sang Raja Hutan sehingga hewan-hewan yang jengkel melihat tingkah sang Unta, mengusirnya keluar sampai ke padang gurun.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng monyet dan unta peniru ini adalah
Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dapat kamu lakukan.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG


Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/monyet-dan-unta-peniru-aesop.html

Dongeng Angsa dan Telur Emas (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA

Petani dan angsa bertelur emas
Dongeng - Angsa dan telur emas
Dongeng angsa dan telur emas - Pada zaman dahulu kala, ada seorang petani yang memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.
Petani tersebut mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.
Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat dia temukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng angsa dan telur emas ini adalah
Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya. Maka bersyukurlah dengan segala sesuatu yang kita miliki.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG


Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/angsa-dan-telur-emas-aesop.html

Dongeng Anjing dan Bayangannya (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA

Anjing dan bayangan dirinya
Dongeng - Anjing dan bayangannya
Dongeng anjing dan bayangannya - Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.
Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng anjing dan bayangannya ini adalah
Janganlah kita memiliki sifat yang serakah karena dapat berakibat buruk.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG


Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/anjing-dan-bayangannya-aesop.html

Wednesday, February 1, 2017

Dongeng Burung Merak yang Angkuh dan Bangau (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA

Merak yang angkuh tidak dapat terbang seperti burung bangau
Dongeng - burung merak yang angkuh dan bangau
Dongeng burung merak yang angkuh dan bangau - Seekor burung merak yang berjalan dengan penuh keangkuhan, suatu hari bertemu dengan seekor burung bangau, dan untuk membuat sang Bangau kagum, dia merentangkan bulunya yang indah di bawah sinar matahari.
"Lihat," katanya. "Dapatkah kamu mengalahkan keindahan ku? Saya bermandikan kemewahan dan pelangi, sedangkan bulu mu kusam kelabu seperti debu!"
Sang Bangau merentangkan sayapnya lebar-lebar dan terbang jauh tinggi ke atas.
"Ikutilah saya kalau kamu bisa," Kata sang Bangau. Tetapi sang Merak hanya bisa berdiri terpaku karena burung merak termasuk jenis burung yang tidak dapat terbang, sedangkan sang Bangau terbang melayang-layang di langit biru dengan bebasnya.
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng burung merak yang angkuh dan bangau ini adalah
Janganlah kita menyombongkan diri terhadap apa yang kita miliki.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG


Kembali keHome



reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/burung-merak-yang-angkuh-dan-bangau.html

CINDERELLA

Suatu ketika, hiduplah seorang gadis muda nan cantik yang hidup bersama ibu tiri dan kedua sodari tirinya. Gadis muda nan cantik tersebut sungguh hidup sengsara bersama ibu tirinya dan kedua sodari tirinya yang tidak menyukainya. Semua hal baik dan cinta kasih sayang ibu tirinya hanya untuk anak kandungnya sendiri. Tapi, untuk gadis muda nan cantik itu, tidak ada sama sekali. Karena ia harus bekerja keras sepanjang hari, dan hanya ketika malam datang dia diizinkan untuk duduk untuk sementara waktu didekat perapian. Itu lah bagaimana dia mendapatkan panggilan akrabnya. Semua orang memanggilnya Cinderella karena tiap malam dia duduk didekat perapian.

Sudah jelas, walaupun Cinderella berpakian ala kadarnya dan koto berdebu, kecantikan Cinderella tidak tebantahkan lagi. Sementara sodaritirnya, tidak peduli betapa bagusnya dan elegannya pakaian mereka kenakan, mereka kalah cantik dengan Cinderella.

Suatu hari, pesta dansa diadakan oleh keluarga raja untuk menemukan calon istri untuk sang pangeran. Mendengar berita tersebut, sodari tiri Cinderella merengek pada ibunya untuk membelikannya baju baru yang indah untuk pesta dansa teresebut. Mereka berharap, sang pangeran memilih salah satu dari mereka sebagai calon istrinya. Seperti halnya semua gadis di kerajaan tersebut, Cinderela pun ingin pergi ke pesta dansa terseubt. Tapi ibu tirinya melarangya untuk pergi dan malah memerintahkanny untuk bersih-bersih rumah.

"Cinderella, tak mungkin pangeran melirik gadis dekil, kumuh seperti kamu. Kamu lebih baik tinggal di rumah, mencuci piring, mengepel lantai dan merapikan tempat tidur untuk sodaritiri mu. Karena mereka akan pulang lelah dan sangat mengantuk." perintah ibu tirinya.

Cinderella hanya menganggukkan kepalanya dan mulai bekerja. Tiba-tiba sesuatu yang menakjubkan terjadi. Di dapur, di mana Ciderella duduk sendiri, ada sorot cahaya dari jendela dapurnya. Dan muncul lah seorang peri baik hati.

"Jangan takut Cinderella sayang, saya tahu apa yang kamu rasakan, sayangku . Apakah kamu ingin pergi ke pesta dansa?" tanya peri.

"Ya, saya ingin. Tapi lihat!. Bagaimana saya bisa pergi ke pesta dansa dengan baju compang camping seperti ini? Saya juga tidak mempunayi kendaraan untuk pergi ke sana. Cinderella menjawab.

Kemudian sang peri merubah gaun Cinderella menjadi gaun yang paling indah dan dengan sepatu yang indah, yang terindah yang pernah dilihat di alam semesta. Sang peri tersebut juga merubah labu menjadi kereta kencana dan merubah enam tikus menjadi enam kuda putih.

"Sekarang, kamu bisa pergi ke istana dengan gaun dan sepatu ini serta kereta kenca dan enam kuda putih tersebut. Tapi ingat sayangku Cinderella, kamu harus meninggalkan pesta dansa tepat di tengah malam dan pulang. Ketika itulah mantranya berakhir. Kereta kencana mu akan berubah kembali menjadi labu, kuda putihnya akan menjadi tikus dan kamu akan berpakaian compang-camping lagi.

Cinderella pun pergi ke istana dan langsung menuju ke ruang dansa. Di dalam ruang dansa, Cinderella membuat kagum semua orang di sana termasuk sang pangeran. Ketika pangeran menetap mata Cinderella, ia takjub oleh kecantikannya. Berjalan mendekatinya, ia membungkuk dalam-dalam dan mengajaknya berdansa.

Cinderella benar benar merasa sangat bahagia malam itu. Kebahagiaannya tersebut hampir saja melupakan perkataan sang peri untuk harus kembali sebelum tengah malam. Teringat apa yang peri katakan, Cinderella berlari kembali ke kereta kencana dan pulang. Tapi dia kehilangan salah satu sepatunya di ruang pesta.

Sang terkejut dan sedih melihat gadis yang dicintainya pergi. Pangeran yang terpikat hatinya tersebut pun mengambil sepatu itu dan akan mencari gadis yang kaki pas dengan sepatu tersebut.

Pada keesokan harinya, sang pangeran mulai mencari ke semua penjuru di kerajaan tapi tidak ada gadis yang kaki nya pas dengan sepatu itu. Sampai dia menemukan rumah Cinderella dan meminta sodari tiri Cinderella untuk memakai sepatu tersebut. Tapi tak satu pun pas dengan sepatu itu. Pangeran pun mulai putus asa.

"Apakah ada gadis lain di sini?" pangeran bertanya.

"Ya, ada. Tapi dia sangat jelek. Dan saya pikir dia bukanlah gadis yang Anda cari." jawab ibu tiri Cinderella.

"Panggil dia kesini!" tanya pangeran.

Kemudian ibu tiri Cinderella memanggil Cinderella untuk keluar dengan pakaian compang-camping dan mengenakan sendal butus seperti biasa. Pangeran mulai memakai kan sepatu itu ke kaki Cinderella, dan itu cocok.

Pangeran percaya bahwa Cinderella adalah gadis yang dia temui di pesta dansa. Kemudian sang pangeran meminta Cinderella untuk menikah dengannya. Dan pada akhirnya Cinderella dan sang pangeran hidup bahagia selamanya.


http://www.zonasiswa.com/2014/02/kisah-dongeng-cinderella.html


reff : http://acellkardash.blogspot.com/2015/04/cinderella.html

DONGENG PINOKIO (PINOCCHIO) | DONGENG ANAK DUNIA

Pinokio (Pinocchio)

Dongeng Pinokio (Pinocchio) - Geppetto adalah seorang kakek tua miskin pemahat kayu, dia bergumam ketika sedang membuat boneka dari cabang pohon

"Kamu akan menjadi anak saya dan aku akan menamaimu 'Pinokio'".

Dia bekerja berjam-jam sambil hati-hati dengan ukiran setiap detailnya. Ketika sampai di mulut, boneka kayu mulai meledek Geppetto.

"Hentikan itu, anak nakal" Geppetto dimarahi, "Hentikan itu sekarang juga! Aku tidak akan berhenti berteriak!" teriak Pinokio.

"Kamu bisa bicara!" seru Geppetto.

"Tentu saja saya bisa, konyol" kata boneka kayu. "Anda telah memberi saya sebuah mulut untuk bicara".

Lalu Pinokio berdiri dan menari-nari di atas meja.

"Lihat apa yang bisa kulakukan!" ia menjerit.

"Pinokio, ini bukan waktu untuk menari", jelas Geppetto.

"Kamu harus segera beristirahat malam karena besok akan mulai pergi ke sekolah dengan anak lainnya.. kamu akan belajar banyak hal, termasuk bagaimana berperilaku yang baik!."

Dalam perjalanan ke sekolah keesokan harinya, Pinokio berhenti untuk melihat pertunjukan boneka.

"saya bisa menari dan bernyanyi lebih baik daripada boneka kayu itu" membual Pinokio.

Dia lantas naik ke panggung.

"Pergi dari panggungku " raung sang dalang.

Lalu ia menyadari banyak orang menyukai Pinokio. Dia tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Pinokio tinggal.

"Di sini, kamu telah menerima lima koin tembaga," kata dalang.

"Ambil koin ini dan langsung pulang," kata dalang.

Pinokio meletakkan koin ke dalam karungnya.

Dia tidak pergi terlalu jauh sebelum ia bertemu dengan rubah yang lemah dan kucing buta. Mengetahui bahwa Pinokio punya uang, mereka berpura-pura menjadi teman-temannya.

"Mari bersama kami. Kami akan mengajarkan bagaimana mengubah potongan-potongan tembaga menjadi emas," membujuk kucing dengan licik.

"Kami ingin membantumu menjadi kaya caranya menimbun koin emasmu di bawah pohon ajaib ini.. Dalam beberapa jam mereka akan berubah menjadi emas yang banyak," kata rubah.

"Tunjukkan dimana aku harus menimbun koin emasku," kata Pinokio bersemangat.

Kucing dan Rubah menunjuk sepetak tanah. Pinokio menggali lubang dan meletakkan karung yang berisi koin emas di dalamnya, dan menandainya dengan sebuah batu.

"Beres!" seru si kucing.
"Sekarang mari kita pergi ke penginapan untuk makan malam."

Setelah makan malam rubah dan kucing menyelinap pergi keluar dan menyamar sebagai pencuri. Mereka bersembunyi dibalik pohon menunggu Pinokio dan menggali koin. Setelah Pinokio menggali koin mereka menerkamnya.

"Berikan uangnya!". Tapi Pinokio tetap memegang koin dan menolak untuk memberikan kepada mereka. Sekali lagi mereka menuntut, "Beri kami koin itu!"

Tiba-tiba sesosok peri muncul dan menyuruh seekor serigala mengejar kucing serta rubah itu.

"Kenapa kau tidak pergi ke sekolah hari ini?" tanyanya kepada Pinokio dengan suara manis.

"Akuuu?" jawab Pinokio.

Saat itu hidungnya memanjang seperti cabang pohon.

"Apa yang terjadi terhadap hidung saya?" dia menangis.

"Setiap kali berbohong hidungmu akan tumbuh panjang namun ketika mengatakan yang sebenarnya hidungmu akan menyusut kembali" kata Peri Biru.

"Pinokio, kamu akan dapat menjadi anak yang nyata jika kamu belajar bagaimana menjadi anak yang berani, jujur dan murah hati."

Peri Biru menyuruh Pinokio pulang, diperjalanan dia selalu mengingat perkataan peri tersebut.

Dalam perjalanan menuju rumah ia bertemu dengan beberapa anak laki-laki.

"Mari ikut kami," kata anak laki-laki.

"Kami tahu tempat indah penuh dengan permainan, kue raksasa, permen manis dan sirkus".

Anak-anak itu tidak tahu bahwa mereka akan dirubah menjadi keledai dan dilatih untuk sirkus.

Setelah sampai ketempat tersebut, anak-anak disihir menjadi keledai lalu penyihir itu berkata

"Itulah yang terjadi pada anak laki-laki yang tidak pintar".

Lalu Pinokio disulap tapi hanya telinga, kaki, dan ekor saja yang berubah karena ia terbuat dari kayu. Pemimpin sirkus pun tidak bisa menjual dia untuk acara apapun. Ia melemparkan Pinokio ke laut dan ditelan oleh ikan paus besar.

Pinokio terus melayang jauh ke dalam perut ikan paus.

"Siapa di sana dengan cahaya?" sahut Pinokio.

"Pinokio, apakah itu kamu?" tanya dengan suara lelah.

"Ayah, kau masih hidup?" Pinokio berteriak dengan sukacita. Dia tidak takut lagi.

Pinokio membantu Geppetto membangun rakit besar yang cukup untuk mereka berdua. Ketika rakit selesai, Pinokio menggelitik ikan paus.

"Rencananya ketika ikan paus ini bersin, dia akan meniup kita keluar dari sini!." teriak Pinokio.

Alhasil mereka dapat keluar dari perut ikan paus tersebut dan berjalan pulang.

Akhirnya bisa sampai dirumah, Geppetto berbicara kepada Pinokio di tempat tidur

"Pinokio, hari ini kamu sangat berani, jujur dan murah hati" kata Geppetto. "Kamu adalah anakku dan aku mencintaimu."

Pinokio ingat apa yang disampaikan Peri Biru kepadanya.

"Ayah, sekarang aku sudah membuktikan sendiri, aku sedang menunggu sesuatu terjadi," bisiknya saat ia tertidur.

Pinokio menjadi anak laki-laki

Pagi berikutnya Pinokio berlari menuruni tangga, melompat dan melambaikan tangannya. Dia berlari ke Geppetto sambil berteriak,

"Ayah lihat!, sekarang aku berubah menjadi seorang anak laki-laki sejati!"


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG

Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/06/dongeng-pinokio-pinocchio.html

Dongeng Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang (Aesop) | DONGENG ANAK DUNIA


Dua pengembara dan seekor beruang
Dongeng - dua orang pengembara dan seekor beruang
Dongeng dua orang pengembara dan seekor beruang - Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka.
Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya.
Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal.
Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya, dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal, beruang tersebutpun berjalan pergi.
Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya.
"Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu," katanya. "Apa yang di katakan oleh beruang itu"
"Beruang itu berkata," kata pengembara yang berbaring tadi, "Tidak bijaksana berjalan bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya."
Jadi pembelajaran yang dapat kita teladani dari dongeng dua orang pengembara dan seekor beruang ini adalah
Teman yang baik adalahseseorang yang tidak membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya.


Lihat Dongeng Berikutnya

DONGENG INDONESIA DONGENG MANCANEGARA VIDEO DONGENG

Kembali keHome


reff : http://dongengadalahcerita.blogspot.com/2015/05/dua-orang-pengembara-dan-seekor-beruang.html